Stay in The know

Career & Money

Cerita 3 Orang Ini Akan Menginspirasi Anda Untuk Bekerja Sesuai Passion

Cerita 3 Orang Ini Akan Menginspirasi Anda Untuk Bekerja Sesuai Passion

Ini bukti nyata jika passion dan pendapatan (uang) berjalan beriringan. 

Banyak orang yang meninggalkan hobi dan passion karena tuntutan untuk bekerja di sebuah perusahaan. Gengsi, gaji yang pasti, serta fasilitas menjadi titik aman seseorang hingga memutuskan mendekam dalam sebuah perusahaan. Sayangnya banyak orang melakukan hal tersebut tanpa merasa nyaman, karena pekerjaannya bukanlah yang ia inginkan. Apakah Anda merasakan hal yang sama? 

“Ketika kerja dan mengeluh atas pekerjaan itu, artinya kita nggak menjalankan passion. Buat saya pribadi sih, segera tinggalkan,” ucap Aprishi Allita, founder dari situs Stopbullying.co.id sekaligus guru yoga bersertifikat. Selain dirinya, GLITZMEDIA.CO juga berbincang secara eksklusif dengan Febrian, seorang traveler yang memiliki misi pendidikan, serta Nyimas Laula, seorang fotografer jurnalistik yang fokus pada tema lingkungan serta kemanusiaan. Ketiganya mengaku memilih passion saat dihadapkan dengan pilihan antara passion dan uang. Ini dia alasan mereka.


“Jika diminta untuk memikirkan passion yang sekarang jadi pekerjaan saya ini selama 24jam non-stop, sepertinya saya tidak akan mengeluh,” Nyimas Laula.

Nyimas mengaku bahwa selama terjaga, ia tak pernah berhenti untuk memikirkan karyanya dan berkarya. “Selalu saja ada keinginan untuk melakukan sesuatu yang berkaitan dengan pekerjaan. Misalnya, saya tetap capture moment dan mengunggah di Instagram meski bukan karena tuntutan pekerjaan. Setelahnya, saya akan memikirkan apalagi yang bisa saya lakukan berkaitan dengan fotografi,” jelasnya.


(Images: Instagram Nyimas)

“Memang, saya pernah ada di titik dilema sebelum memutuskan menjadi travel blogger. Tapi turning point-nya adalah ketika menyadari bahwa apa yang selama ini saya kerjakan kurang diapresiasi,” Febrian.

Pelantun lagu “Cinta Diam-Diam” yang kini banting setir menjadi traveler sekaligus blogger ini mengaku bahwa ia tak ingin dianggap tidak kompeten atas apa yang ia jalani. “Karena saya suka traveling dan merasa bahwa sebenarnya I can make money from that, akhirnya saya putuskan untuk lebih serius di hobi jalan-jalan. Tak hanya sibuk selfie dan foto pemandangan alam, tapi juga melihat kebudayaan, kearifan lokal, serta aspek pariwisata lainnya,” ucap Febrian.


“Beda rasanya ketika dulu saya selalu kesal saat client menggagalkan meeting dengan ketika saya melihat studio yoga kosong, tak ada peserta yang datang,” Aprisha Allita.

Mantan karyawan di sebuah perusahaan agency ini memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya dan memilih menjadi guru yoga sambil menjalankan kampanye anti bullying. “Bingung sih, ketika kampanye anti bullying yang sudah lama dijalankan tidak bisa tertangani karena kesibukan kerja. Ada rasa bersalah yang akhirnya membuat saya memilih resign. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, saya memilih mengerjakan hal yang sangat saya suka, yaitu yoga. Semua bisa berjalan baik sampai saat ini, di mana saya melakukan yoga dan mendapat uang dari sana, sambil terus menjadi aktivis,” cerita Aprisha.


“Buat saya sih, kuncinya adalah totalitas dan kesungguhan dalam menjalankan apa yang saya suka,” Nyimas Laula.

Wanita berusia 23 tahun ini mengungkapkan bahwa semua yang dijalankan setengah tidak akan memberikan hasil yang utuh. “Pasti butuh modal, tenaga, pikiran, dan waktu. Jadi memang harus total ketika mau serius dan memerjuangkan apa yang kita cintai. Mungkin sebagian masih ada yang masih berjuang akan passion-nya dan nggak bisa meninggalkan pekerjaannya. Jika ada di tahap itu, jangan pernah menjadikan passion sebagai side job tapi justru yang utama. Jadi, tak ada alasan untuk menyampingkan passion di tengah rutinitas kerja,” papar Nyimas.


(Images: Instagram Febrian)

“Jangan ada keraguan yang muncul di pikiran, karena sekali saja kita ragu maka pencapaian itu nggak bisa diraih,” Febrian.

Bagi Febrian, yang terpenting dari mendapat penghasilan dari passion adalah jangan ragu. “Yakin, maka kita pasti bisa sampai di atas puncak. Nggak perlu mendengarkan komentar orang lain, selama kita yakin dengan apa yang diperjuangkan. Lagipula di masa sekarang yang serba digital ini, banyak hal yang bisa jadi peluang. Jadi, manfaatkan lah untuk memerjuangkan passion kita. Tanya sama diri sendiri, apa hal yang selalu kita sukai sepanjang hidup. Itulah passion kita, cari peluang dari hal tersebut, dan jangan ragu untuk mengejar kesuksesan melalui passion,” tegas pemilik blog Ceritafebrian.com.


“Memang nggak mudah untuk fokus di passion, tapi kuncinya adalah berpikir positif. Think positive, then the positive things will happen,” Aprisha Allita.

Aprisha mengaku sempat ada keraguan di awal, sebelum ia memberanikan diri keluar dari perusahaan tempatnya bekerja. “Tapi semakin lama saya yakin kalau apa yang dijalankan dengan sungguh-sungguh pasti hasilnya baik. Apalagi banyak anak-anak korban bullying yang menghubungi sehingga hati semakin mantap untuk keluar dari perusahaan dan fokus melakukan apa yang saya suka. Hingga saat ini, saya merasa cukup berhasil dan ingin tetap menjalankan passion saya, apapun yang terjadi,” kata Aprisha.


(Images: Instagram Aprisha)

Jangan terjebak dengan apa yang sekarang dikerjakan jika ternyata hal tersebut bukanlah keinginan diri Anda. Bahagialah sesuai dengan ekspektasi diri, bukan orang lain. Saatnya melangkah, temukan passion Anda, fokus, dan raih pendapatan dari apa yang Anda sukai. Like people say, YOLO—you only live once—so do things that make you happy, Glitzy.

(Shilla Dipo)

Author:

You Might Also LIke