×

Stay in The know

Career & Money

4 Cara Investasi Pendidikan Anak

4 Cara Investasi Pendidikan Anak
Anggia Hapsari

Tue, 30 October 2018 at 18.06

Mengenal macam-macam investasi untuk pendidikan anak.

Durasi Baca: 1 menit


Dana pendidikan anak sebaiknya telah dipersiapkan sejak dini. Tujuannya agar Anda tidak kelabakan saat harus berhadapan dengan persiapan dana sekolah yang selalu meningkat setiap tahun. Itulah sebabnya ketika si kecil lahir, Anda dan pasangan sebaiknya sudah harus mempersiapkan berbagai sumber investasi pendidikan anak.

(BACA JUGA: Meningkatkan Keuangan untuk Keluarga Muda)


Ada banyak strategi untuk memaksimalkan arus dana pendidikan anak. Beberapa hal berikut merupakan investasi pendidikan anak yang layak Anda pertimbangkan. 


TABUNGAN PENDIDIKAN

Sesuai namanya, tabungan pendidikan adalah tabungan khusus yang digunakan hanya untuk tujuan pendidikan. Anda diajak berkomitmen menyisihkan sejumlah dana setiap bulan pada tabungan khusus pendidikan anak, tidak dicampur dengan dana harian. 


Dana itu akan dikunci dan dapat dicairkan oleh bank sesuai jangka waktu perjanjian. Umumnya tersedia jangka waktu 3 tahun, 5 tahun, atau 6 tahun sesuai tingkatan sekolah anak. 


Anda dapat menarik uang pada tabungan pendidikan anak sebelum jangka waktu perjanjian. Namun, bersiaplah untuk membayar biaya penaltinya. 


DEPOSITO

Hampir mirip dengan tabungan pendidikan, namun deposito memberikan suku bunga yang lebih besar. Umumnya, deposito memberikan bunga yang berkisar lima hingga delapan persen setiap tahun.


Berbeda dengan tabungan, Anda tidak bisa mengambil uang sebelum jatuh tempo. Jangka waktu pencairan dana deposito bervariasi mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, atau setahun. Sebaiknya, sesuaikan pencairan dana dengan waktu anak sekolah.


Deposito juga dapat diperlakukan sebagai alokasi dana singgah setelah Anda mencairkan reksa dana. Menurut Ligwina Hananto dari QM Financial, untuk kebutuhan pendidikan anak, cairkan reksa dana Anda 2 tahun sebelum anak masuk sekolah. Lalu, masukkan ke dalam deposito. Tujuannya agar Anda mendapatkan bunga dan komposisi dana yang lebih stabil karena deposito memiliki profil resiko lebih rendah. 


LOGAM MULIA

Selain uang, Anda juga bisa berinvestasi untuk pendidikan anak dalam bentuk investasi emas. Investasi ini memiliki likuiditas tinggi, kebal terhadap inflasi, mudah diperoleh, dan tidak memerlukan ilmu dasar. Pilih investasi emas batangan yang lebih menguntungkan, bukan perhiasan emas. 


Namun ingat, investasi emas ditujukan sebagai investasi jangka panjang minimal 5 tahun. Anda pun perlu memikirkan lokasi penyimpanan investasi emas yang aman di rumah atau bank. 


REKSA DANA

Untuk investasi pendidikan anak, menurut Ligwina, yang paling cocok adalah reksa dana. Hal ini karena pembayarannya bisa autodebet dan ada Manager Investasi (MI) yang bertugas mengatur dana Anda. Meski demikian resiko reksa dana cukup tinggi, sehingga investasi ini sangat disarankan untuk investasi jangka panjang.


Yang menarik pun dapat mengatur pembelian dana reksa sesuai dengan kemampuan Anda. Misalnya Rp100.000 hingga Rp 1.000.000 per bulan, atau lebih dengan target return 25% di reksa dana. Mintalah kepada MI untuk mengalokasikan dana Anda pada sumber saham yang stabil. Yang perlu diingat adalah reksa dana ini selalu mengalami perubahan setiap detik. Jadi, investasi ini merupakan investasi jangka panjang. 


(Anggia Hapsari, foto: Unsplash)

You Might Also LIke