Stay in The know

ads

Career & Money

Wakaf: Arti dan Manfaat yang Perlu Diutarakan kepada Anak

Wakaf: Arti dan Manfaat yang Perlu Diutarakan kepada Anak

Ajarkan pada si Kecil bahwa wakaf tidak hanya membantu sesama yang membutuhkan, namun juga memberi aksi nyata pada masyarakat. 

Durasi baca: 1 menit


Sebagai orangtua, Anda tentu memberikan banyak bekal terbaik kepada si Kecil agar kelak ia dapat bertahan hidup saat dewasa. Bekal tersebut diberikan dalam berbagai rupa, mulai dari pendidikan hingga materi. Namun hal tersebut tidaklah cukup, Bu! Si Kecil pun perlu diajarkan untuk berempati dan berbagi dengan sesamanya.

(BACA JUGA: Cegah Speech Delay pada Anak Sejak DIni)


Mengapa anak harus diajarkan untuk berbagi sejak dini? Menurut Winna Andarini, M.Psi, pengajaran berbagi atau bersedekah berperan untuk membentuk tenggang rasa seseorang yang tidak kalah penting bagi perkembangan jiwa dan iman si Kecil.


Tidak hanya itu saja, bersedekah adalah bentuk empati dan tindakan nyata untuk menolong sesama yang kurang beruntung. Anak-anak perlu diajak untuk merasakan arti bersedekah karena mereka belum menyadari nilai-nilai tersebut secara otomatis. 


Anda sebagai orangtua perlu mengajarkannya sejak dini. Tujuannya untuk melatih anak tulus dan ikhlas saat melakukannya untuk sesama di kemudian hari. Dengan mengajari bersedekah dari kecil, anak pun belajar untuk selalu menyisihkan pendapatannya untuk berbagi dengan orang lain yang membutuhkan. 


Ada berbagai cara untuk mengajarkan dan membiasakan anak bersedekah sejak dini, beberapa di antaranya adalah:


TUMBUHKAN RASA EMPATI

Tumbuhkan perasaan ini dengan mengunjungi orang lain yang kurang beruntung seperti panti asuhan atau panti jompo. Ajak si Kecil untuk ikut mengunjungi panti asuhan, beraktivitas bersama anak-ana di panti, serta memberikan sedekah pada pihak panti asuhan. Doronglah anak untuk memberikan langsung bingkisan pada anak-anak yang kurang beruntung dari tangannya sendiri.


HARTA BENDA BUKAN SEGALANYA

Semua harta benda yang dimiliki seseorang bukan miliknya sepenuhnya. Hal ini perlu ditanamkan pada si Kecil agar ia tidak terlalu terpaku dengan hal-hal materiil. Anak pun jadi lebih memahami bahwa bela rasa jauh lebih penting dari uang atau barang miliknya.


Usahakan untuk tidak selalu menghadiahkan anak barang mewah ketika ia berhasil melakukan sesuatu. Saat mengalami peristiwa besar seperti ulang tahun, tidak ada salahnya mengajak anak berbagi dan merayakan kebahagiaannya di  panti asuhan atau berbagi dengan orang lain yang kurang beruntung. 


TANAMKAN RASA IKHLAS

Ajari anak untuk memberi tanpa pamrih. Agar anak bisa bersedekah tanpa mengharap imbalan atau pujian, ajarkan anak untuk selalu bersyukur dan jangan perhitungan. Misalnya, saat membelikan makanan kesukaan anak, belilah 2 alternatif makanan yang ia sukai. Biarkan si Kecil memilih yang ia suka untuk diberikan kepada orang lain. Makanan kedua yang tidak dipilih si Kecil dapat ia simpan untuk dikonsumsi. 


BERI CONTOH DENGAN AKSI NYATA DARI DIRI ANDA

Selain memberikan sedekah, berwakaf menjadi salah satu sarana untuk melatih jiwa sosial. Bagi kita yang memiliki harta benda lebih banyak, bisa memberikan kepada kaum yang tidak mampu atau kesulitan. Misalnya lewat tanah yang kita wakafkan untuk orang yang tidak memiliki tempat tinggal, dan lain sebagainya.

(BACA JUGA: Lakukan 4 Cara ini agar Anak Tidak Egois dan Mau Berbagi)


Jelaskan pada si Kecil bahwa wakaf digunakan untuk kepentingan umum sehingga masyarakat akan merasakan manfaat yang sama. Tak hanya itu, orang yang kekurangan pun bisa menikmati sarana-sarana publik yang lebih baik, dan orang yang lebih berada juga bisa berbagi. Hal ini akan membantu kesenjangan sosial akan semakin kecil dan tali persaudaraan akan terasa lebih erat. Jangan lupa untuk melakukan aksi nyata dalam berwakaf dengan memilih institusi yang tepat. 


Pada hari Selasa, 7 Mei 2019, PT AXA Financial Indonesia menggandeng Badan Wakaf Majelis Ulama Indonesia (MUI) meluncurkan program wakaf mudah bersama AXA. Program fitur wakaf ini memberikan solusi yang memberikan nilai tambah bagi para nasabah atau pemegang polis asuransi syariah AXA.


"Kerja sama strategis ini memberikan kesempatan kepada nasabah untuk berkontribusi saat mereka masih hidup dan membuat dampak yang signifikan kepada masyarakat melalui wakaf," ujar Cicilia Nina, Direktur AXA Financial Indonesia. 


Berbeda dengan fitur wakaf lainnya dimana manfaat hanya berlaku saat tertanggung tutup usia, program wakaf yang ditawarkan AXA merupakan fitur wakaf yang manfaatnya hanya berlaku selama periode perlindungan berjalan dan saat tertanggung masih hidup.


Nasabah juga diberikan kewenangan menentukan langsung penyaluran melalui tiga cara. Pertama, wakaf keagamaan, seperti pembangunan dan pesantren. Kedua, wakaf produktif umum, seperti tanah dan bangunan (properti). Ketiga, wakaf sapujagat untuk membantu masyarakat terbebas dari transaksi riba.


(Anggia Hapsari, foto: AXA, Pexels.com/ Pixabay)


You Might Also LIke