Stay in The know

Career & Money

9 Tanda Anda Harus Resign Dari Pekerjaan

9 Tanda Anda Harus Resign Dari Pekerjaan


Banyak hal yang membuat seseorang mulai tidak nyaman dengan pekerjaannya dan berpikir untuk resign atau mengundurkan diri. Jika mengalami minimal 3 tanda-tanda di bawah ini, Glitzy bisa mulai mencari pekerjaan baru yang lebih baik dan segera mengajukan surat resign. 


Suasana dan Lingkungan Kerja Tidak Kondusif

Lingkungan kerja yang tidak kondusif kerap kali menjadi faktor utama seseorang memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan. Rekan kerja yang tidak kooperatif, lingkungan kerja banyak drama, ditambah sikap kerja dan leadership atasan yang kurang memiliki kompetensi baik. Ini bisa membuat komunikasi dalam pekerjaan menjadi terhambat bahkan tidak sehat.

Sudah Tidak Sesuai Job Description

Sebagai karyawan Glitzy dituntut untuk fleksibel pada pekerjaan termasuk pada perubahan. Yang menjadi masalah ketika loyalitas dan fleksibilitas tersebut disalahartikan oleh perusahaan. Tugas bertambah secara signifikan tanpa pemberitahuan bahkan keluar dari job description Anda. Hal ini umumnya terjadi pada perusahaan muda yang belum memiliki banyak SDM. Tak jarang, Glitzy pun tak mendapatkan kompensasi yang seimbang untuk pekerjaan tambahan ini.  

Malas Berangkat Kerja

Setiap pagi menyapa, Glitzy sudah tak punya gairah untuk beranjak dari tempat tidur. Rasa malas selalu menghantui dan sudah tidak ada semangat pergi ke kantor. Glitzy selalu mengulur-ngulur waktu ketika akan berangkat bekerja—yang malah berbuntut dengan terlambat hadir di kantor. 

Sering Absen Dengan Seribu Alasan

Berkaitan dengan poin di atas, sadar atau tak sadar Glitzy sudah mulai malas masuk kerja. Beribu alasan mulai dipakai untuk tidak masuk bekerja. Parahnya lagi, Glitzy sering berharap kantor mati listrik, koneksi internet mati, atau terjadi latihan pemadam kebakaran sehingga jam kantor tidak berjalan efektif. 

Tidak Ada Peningkatan Kerja

Berada di level yang sama (terlebih dengan gaji yang sama) sudah lebih dari 3 tahun tak bisa disebut prestasi. Sebelum mencari pekerjaan lain, cobalah mengevaluasi diri. Apakah selama ini kinerja Glitzy cukup baik atau cukup membuktikan bahwa Glitzy pantas mendapatkan jabatan dan gaji yang lebih tinggi? Sebelum mengajukan resign, Glitzy bisa mengomunikasikan hal ini terlebih dulu kepada atasan.  

Potensi Diri Tidak Berkembang

Jika sudah nyaman dengan pekerjaan kenapa harus resign? Bisa jadi benar. Yang salah adalah saat comfort zone justru membuat Anda tak berkembang. Perusahaan yang baik selalu mempunyai cara membuat SDM-nya berkembang secara potensi, pola pikir, dan cara kerja.  

Tak Ada Waktu Untuk Diri Sendiri

Semakin tinggi posisi dan jabatan Anda, semakin besar pula tugas dan kewajiban yang harus dilakukan. Menjadi masalah ketika beban pekerjaan ‘menjarah’ waktu pribadi. Saat weekend, hingga hari libur Glitzy terpaksa tetap melakukan pekerjaan. Parahnya, Glitzy pun sulit mengajukan cuti dari pekerjaan. 

Tidak Sesuai Dengan Passion

Sebaik apapun lingkungan kerja, kompensasi yang diterima, dan manajemen perusahaan, tanpa disertai dengan passion pada pekerjaan adalah nihil. Melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan bakat dan minat akan membuahkan hasil pekerjaan tidak maksimal atau tidak sesuai yang diharapkan perusahaan. Dampaknya, Glitzy jadi sering ditegur atasan atau diingatkan selalu oleh rekan kerja lain. 

Mengeluh Terus 

Masalah-masalah di atas tentu saja membuat Glitzy mengeluh terus-menerus. Jika dibiarkan terlalu lama hal ini membuat kondisi pekerjaan tidak sehat. Sikap Anda akan mengontaminasi lingkungan pekerjaan termasuk rekan kerja lainnya. Glitzy harus segera mengambil sikap, jika tidak bisa-bisa Anda kehilangan respek dari rekan kerja lain.

(Elizabeth Puspa, Image: Corbis Image)

You Might Also LIke