Stay in The know

Career & Money

6 Karakter Rekan Kerja Penghambat Karier

6 Karakter Rekan Kerja Penghambat Karier

Kenali dan hadapi rekan kerja Anda dengan cara yang tepat.

Durasi baca: 1 menit


Terjun dalam dunia kerja menuntut Anda untuk pandai beradaptasi dan cepat mengenal lingkungan sekitar demi menunjang peningkatan karier yang cepat. Pada sisi lain, kesulitan paling umum terjadi adalah ketika Anda harus berhadapan dengan rekan kerja yang menyebalkan dan pemalas hingga membuat tenggat waktu berantakan. 


Menurut Art Markman, PhD., selaku Psikolog dan Marketing dari Texas University menjelaskan bahwa semua karyawan baik yang baru terjun dalam dunia kerja atau mereka yang sudah memiliki jam terbang tinggi, sebaiknya mengenal beberapa tipe rekan kerja sesuai kepribadiannya. 

(BACA JUGA: Ini Alasan Mengapa Anda Mulai Kehilangan di Usia 30-an)


Tujuannya, supaya Anda bisa paham bagaimana cara menghadapi orang tersebut tanpa memicu terjadinya konflik berkepanjangan.


SI BANYAK BICARA

Rekan kerja satu ini kadang mampu mengusir kebosanan, tetapi juga sangat mengganggu pada saat tertentu. Mereka akan lebih banyak bekerja menggunakan suara daripada berpikir. 


Ucapannya yang tidak kunjung berhenti membuat Anda tidak dapat bekerja dengan serius karena mereka terus menerus mengajak berbicara tanpa henti dengan obrolan yang tidak penting. 


Jika berhadapan dengan sosok seperti ini sebaiknya katakan dengan tegas bahwa Anda ingin bekerja dan tidak mau membuang waktu. Anda juga dapat menggunakan headset supaya tidak terganggu dengan suara bisingnya.


SI PEMALAS

Tipe satu ini terbilang sangat menyebalkan dan suka menunda pekerjaan. Mereka beranggapan bahwa tugas yang mereka emban dapat selesai dalam satu hari saja sehingga ia memilih untuk bersantai-santai sejenak. 


Namun, jika tenggat waktu sudah dekat, ia akan mulai menganggu orang lain dan meminta bantuan dengan cara memaksa. Orang tipe ini tidak bisa mendapatkan nasihat satu kali saja terutama dengan mereka yang memiliki jabatan setara dengannya. 


Mereka baru bisa sedikit berubah jika sudah mendapatkan teguran langsung dari atasannya atau dengan cara memberikan tugas lebih banyak kepadanya. Selain itu, Anda sebaiknya menolak apabila mereka meminta bantuan di menit terakhir, supaya ia bisa belajar dari kesalahannya. 

(BACA JUGA: Berpacaran dengan Mantan Kekasih dari Sahabat Anda)


SI NEPOTISME

Tipe seperti ini dapat Anda temukan pada mereka yang sudah memegang jabatan tinggi. Sosok tersebut akan memilih kandidat karyawan baru atau memuluskan promosi jabatan dari orang-orang terdekatnya, terutama saudaranya yang satu kantor. 


Pola kepemipinan seperti ini sangat tidak sehat diterapkan dalam perusahaan karena bisa membuat karyawan yang benar-benar memiliki keahlian akan tergeser karena ikatan keluarga. Jika Anda terjebak dalam situasi ini sebaiknya mulailah berpikir dua kali untuk dapat bertahan lama di perusahaan tersebut.


SI KORUPTOR

Bukan hanya di pemerintahan, dalam perusahaan juga banyak para koruptor yang sudah pandai memutar dan mengambil uang kantor. Mereka biasanya akan memanipulasi anggaran pengeluaran serta meningkatkan jumlah nota sehingga mendapatkan untung lebih. 


Jika aksinya terus berjalan mulus maka kerugian tidak hanya menimpa perusahaan tetapi juga para karyawan di dalamnya, terlebih uang hasil korupsi masuk dalam nominal besar. Sebaiknya ambil langkah tegas dan diskusikan dengan atasan.


SI TUKANG GOSIP

Anda pasti memiliki teman yang hobinya bergosip. Namun, orang tipe ini terbagi menjadi dua pribadi. 


Pertama mereka memang berbicara suatu kebenaran dan tersimpan dengan sangat rahasia—hanya orang tertentu saja yang tahu. Sedangkan tipe kedua adalah mereka yang gemar membicarakan keburukan teman kerjanya dan belum tentu benar. 


Masalahnya, jika Anda bertemu dengan sosok kedua tersebut, ada baiknya mengacuhkan semua ucapannya dan jangan mudah percaya akan apa yang ia katakan.


SI MUKA DUA

Banyak orang yang bermuka dua demi mendapatkan posisi yang ia inginkan. Mereka dapat terlihat sangat baik dan rajin ketika atasannya melihat, namun ia bisa sangat malas dan berbuat seenaknya jika tidak ada orang yang mengawasi dirinya. 


Mereka juga gemar mengadu domba dan menjelekkan rekan kerjanya di depan atasan. Anda sebaiknya jangan terlalu banyak bicara untuk melawan dirinya, buktikanlah dengan kemampuan yang Anda miliki dan bersaing melalui cara sehat.


(Elizabeth Puspa/ Anggia Hapsari,  foto: Pexels.com/ Rawpixel) 



Author:

You Might Also LIke