Stay in The know

Career & Money

4 Cara Tepat Menentukan Uang Jajan Anak

4 Cara Tepat Menentukan Uang Jajan Anak

Saat memberikan uang saku, orangtua dapat menyelipkan pelajaran pengaturan finansial dan menghindari pola konsumtif.

Durasi baca: 1 menit


Dalam mengalokasikan jatah jajan, orangtua juga menyelipkan banyak pelajaran pada anak. Sebut saja belajar mengolah uang jajannya sendiri hingga belajar menjadi seorang auditor cilik bagi dirinya sendiri.


Tak perlu terlalu banyak memberikan uang saku. Berikan secukupnya dan lakukan secara berkala, seperti seminggu sekali atau 2 bulan sekali.


Selain itu, perhatikan beberapa hal ini saat memberikan uang jajan ke anak:

(BACA JUGA: Sebelum Memberikan Uang Saku pada Anak Perhatikan Hal ini)


SESUAI USIA ANAK

Jika Anda memiliki lebih 2 anak atau lebih dengan usia berbeda, jangan sama ratakan uang jajan mereka. Beda usia beda pula kebutuhan anak. Sesuaikan uang jajan yang akan Anda berikan dengan kegiatan dan tingkat sekolah yang ditempuh masing-masing anak. 



SESUAIKAN DENGAN KEBUTUHAN

Jika Anda tidak mempersiapkan bekal untuk anak, maka jumlah uang jajan yang diberikan setiap periode sebaiknya dapat menutupi kebutuhan mereka. Upayakan tidak kurang, namun juga jangan terlalu berlebihan.


Perhatikan juga jika anak memiliki kegiatan di luar sekolah seperti les atau ekskul karena artinya anak membutuhkan uang jajan yang lebih besar.



NILAI UANG JAJAN KURANG LEBIH SAMA DENGAN TEMAN

Sebaiknya anak menerima uang jajan kurang lebih sama dengan nilai uang jajan yang diterima oleh temannya. Hal ini berguna agar anak dapat beradaptasi dengan lingkungannya dan dapat mengatur keuangan sesuai dengan harga yang berlaku di sekolah.

(BACA JUGA: Dampak Positif dan Negatif pada Anak yang Gemar Bermain Gadget)


Namun hal ini bukan sesuatu yang mutlak. Bicarakan dengan anak jika dinilai terlalu berlebihan. Anda dapat memutuskan sepihak uang jajan yang paling pas untuk anak tanpa harus berkaca dengan kondisi finansial anak-anak lain seusianya. 


SISAKAN SEBAGAI TABUNGAN

Ajarkan anak Anda untuk menggunakan sebagian atau sisa uang jajan. Jangan langsung dihabiskan begitu saja. Ajaklah ia menabung menggunakan metode yang paling sederhana, seperti menabung dalam kaleng yang dapat dipecahkan setiap 6 bulan sekali. 

(Foto: smartparent.sg)


Jika dana yang ditabung secara tradisional sudah cukup besar, ajaklah ia membuka rekening khusus anak sekolah di Bank. 


(Anggia Hapsari, foto: Pexels.com/ Pixabay, gobangkingrates.com)



Author:

You Might Also LIke