Stay in The know

Career & Money

3 Kesalahan Dalam Membuat CV

3 Kesalahan Dalam Membuat CV

Hindari beberapa kesalahan dalam membuat CV berikut saat melamar kerja.

Durasi baca: 55 detik.


Setelah selesai mengenyam pendidikan tinggi, hal pertama yang dilakukan semua orang adalah mencari pekerjaan. Untuk meraih pekerjaan impian Anda, tentu Anda perlu memberikan atensi pada CV yang akan Anda buat. 

(BACA JUGA: Cara Bertahan Kerja dengan Rekan Kerja yang Tidak Disukai)


Penerapan berbagai informasi yang tepat sangat penting untuk mencuri perhatian perusahaan yang dituju. Ada banyak faktor yang menyebabkan Anda ditolak perusahaan, salah satunya adalah resume yang kurang profesional atau menarik. 


Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang harus Anda hindari saat membuat resume untuk melamar kerja. 


MENGGUNAKAN ALAMAT EMAIL KEKANAKAN

Memang ada masanya dimana orang membuat email dengan nama yang nyeleneh atau malah kekanakan seperti [email protected] dan sejenisnya. Bila email Anda masih seperti itu, sudah saatnya untuk mengganti alamat email dengan nama yang lebih profesional. Anda bisa menggunakan nama depan dan belakang sebagai nama email. 



PENGALAMAN TIDAK RELEVAN ATAU TERLALU LAMA

Mencantumkan pengalaman dan prestasi pada resume memang satu hal yang penting. Namun, pastikan bila pengalaman tersebut relevan dengan pekerjaan yang dilamar. Selain itu pastikan bila masa pengalaman tersebut tidak terlalu lama dari usia Anda sekarang. 


Jangan cantumkan prestasi saat Anda masih berada di Sekolah Dasar untuk melamar pekerjaan setelah lulus kuliah. 


TYPO

Saat membuat resume, usahakan untuk tidak ada typo dan salah ejaan. Kesalahan kecil ini akan memberikan kesan bila Anda seseorang yang kurang teliti. Usahakan untuk selalu mengecek resume dua kali untuk memastikan bila tidak ada typo. 


BERTELE-TELE

Dilansir dari jobsdb.com, membuat CV yang ringkas dan mengunakan poin dapat meningkatkan minat HRD untuk tetap membaca CV Anda. Sebaiknya, hindari penggunaan istilah teknis sebanyak mungkin – istilah yang cenderung membingungkan yang dapat menyebabkan HRD berhenti membaca.



Jika Anda memiliki pengalaman magang saat berada di bangku kuliah, ceritakan secara singkat dan padat kemampuan Anda, tantangan pekerjaan, dan pencapaian sebagai hasil akhir dengan kalimat manis.


DESAIN BERLEBIHAN

Perhatikan perusahaan tujuan Anda melamar. Apakah perusahaan tersebut bergerak di bidang kreatif atau konvensional. 

(BACA JUGA: Solusi Bosan Kerja)


Jika perusahaan yang Anda tuju bergerak di bidang kreatif, tak ada salahnya untuk memasukkan unsur desain menarik pada CV Anda. Namun, jangan berlebihan dan terlalu memberikan unsur yang rumit. 


Perlu diingat, tim HRD hanya memiliki waktu singkat untuk membaca isi CV Anda, di antara ribuan CV lainnya. Pastikan pilihan font, desain, dan format tampil lebih sederhana namun tetap menarik untuk memudahkan mereka melihat detail sang pelamar yang sesuai dengan kriteria.


(Anggia Hapsari, foto: Pexels.com/Rawpixel.com)


You Might Also LIke