Inilah pengalaman pertama kalinya buat Anda mengandung calon buah hati. Senang sudah tentu, tetapi lebih dari itu rasa takut dan khawatir kerap menyelimuti pikiran sang calon ibu tentang kehamilan, janin, hingga proses persalinannya.

Kecemasan berlebihan yang berujung pada tingkat stres tinggi akan ‘membunuh’ psikis serta fisik Anda yang berefek berbahaya untuk janin. Karena itu, Glitz Media mengajak Anda mengenali kecemasan tersebut dari sejak dini dan temukan solusi atau cara mengatasinya.  


Kondisi Janin 

Kalau selama ini terkesan asal, kali ini Anda justru ekstra berhati-hati saat beraktivitas. Anda pun mulai dikhawatirkan akan posisi tidur dan beraktivitas yang tepat, sambil memikirkan kondisi janin di dalam perut—tidak ingin melukai kondisi janin.

Solusinya: Menurut Dr. Ashley Roman, MD, Ginekolog dari NYU Langone Medical Center, Amerika Serikat, awal kehamilan hingga usia 3 – 4 bulan merupakan masa yang paling rawan untuk calon ibu maupun janin yang ada di dalam kandungan. Setelah melewati masa atau usia tersebut, calon bayi di dalam kandungan akan lebih kuat. Dengan sendirinya Anda pun sudah mulai bisa menyesuaikan diri akan posisi tidur yang nyaman dan tidak membahayakan janin. Posisi tidur yang dianjurkan saat kehamilan adalah menghadap ke samping. Sebagai tambahan, Anda bisa menggunakan bantal yang membuat Anda lebih nyaman selama masa kehamilan. (BACA: HAMIL LEBIH NYAMAN DENGAN BANTAL INI)


Perubahan Fisik

Bentuk tubuh dan wajah tentu tidak akan menjadi sama seperti dulu lagi. Berat badan bertambah, belum lagi kulit tubuh di beberapa bagian tubuh akan terlihat kendur—dan muncul stretch mark—akibat syaraf putus usai melahirkan nanti. 

Solusinya:  Kondisi ini dialami oleh semua ibu hamil. Jadi, normal jika Anda merasakan kekhawatiran akan hal ini. Dr. Ashley Roman, MD mengatakan kalau perubahan hormon yang secara drastis akan dialami oleh semua ibu hamil, tetapi Anda bisa menurunkan berat badan dengan menerapkan diet sehat dan olahraga rutin. Salah satu contohnya, Anda bisa membaca artikel ini: TURUN 9 KILOGRAM, ISTRI ALEC BALDWIN INI BERBAGI CARA DIET YANG DILAKUKANNYA.


Keterbatasan Menu Makanan

Saat hamil, calon ibu tidak boleh sembarang mengonsumsi makanan untuk mencegah efek buruk pada janin. Minim informasi membuat Anda jadi sangat terbatas memilih dan mengonsumsi makanan. 

Solusinya: Hindari memilih makanan yang sudah jelas-jelas berbahaya untuk janin, seperti makanan setengah matang, makanan yang dimasak bakar, makanan mengandung MSG, hingga makanan laut yang mengandung merkuri. Penting juga menjaga kebersihan dari makan yang dikonsumsi. Karena efek makanan di setiap calon ibu dan janin berbeda, sebaiknya banyaklah mencari informasi dari dokter kandungan Anda—termasuk situs informasi kehamilan terpercaya. 


Keguguran

Saat mengalami sedikit masalah dengan kandungan, pikiran langsung dipenuhi rasa takut dan khawatir. Anda takut kehilangan janin calon anak dalam kandungan memang menjadi hal yang akan dialami semua Ibu, sayangnya rasa takut yang berlebihan justru akan menjatuhkan mental Anda senidiri dan membahayakan janin.

Solusinya: Jauhkan pikiran Anda dari stres dan rasa takut berlebihan. Selama Anda menjalani pola makan dan hidup yang tepat dan sehat, disertai jadwal kontrol yang rutin ke dokter kandungan, kehamilan Anda akan tetap baik-baik saja. 


Kondisi Bayi Lahir Tidak Normal 

Bayang-bayang kondisi bayi lahir tidak normal mungkin dialami oleh banyak ibu hamil. Bayi lahir prematur, cacat, hingga bagian tubuh tak sempurna menjadi ketakutakan tersendiri. 

Solusinya: Waspada boleh, asalkan tidak sampai tahap cemas dan stres berlebihan. Jadikan hal ini sebagai modal untuk berhati-hati selama proses kehamilan. Ketika mengalami hal yang kurang mengenakkan, langsung konsultasikan diri pada dokter kandungan Anda—untuk mencegah hal buruk terjadi. 


Buang Air Kecil Sembarangan

Frekuensi buang air kecil pada ibu hamil akan lebih sering disebabkan faktor perubahan hormon yang tidak stabil. Kesulitan menahan dan mengontrol buang air kecil membuat para ibu hamil sering disulitkan mencari toilet terdekat (jika sedang berpergian).

Solusinya: Sebaiknya ibu hamil selalu menggunakan panty-liners agar kebocoran air seni tak langsung membasahi celana dalam. Ibu hamil sebaiknya pun tidak menahan keinginan untuk membuang air kecil—segera beranjak ke toilet.


Siapkah Saya Menjadi Ibu?

Tak menyangka kehamilan datang begitu cepat. Pertanyaan “Siapkah saya menjadi ibu?” kerap membayangi pikiran, mengingat Anda masih terbiasa dengan pola hidup yang tak beraturan. 

Solusinya: Mental menjadi hal penting dan dibutuhkan untuk menjadi seorang ibu. Naluri keibuan sebenarnya muncul dengan sendirinya saat Anda menjalani proses kehamilan. Jadi, jangan paksakan diri Anda untuk menjadi sama dengan calon ibu lainnya.  Usai persalinan—saat membawa buah hati Anda ke rumah—dengan sendirinya ibu akan belajar membentuk pola hidup menjadi orangtua yang baik anaknya. 


Normal Atau Caesar? 

Memilih persalinan yang ideal sudah ditentukan, hanya saja pikiran masih dipenuhi keraguan kalau proses persalinan berubah. Apa yang direncanakan oleh Anda bisa berubah di detik-detik persalinan nantinya.

Solusinya: Proses persalinan memang bisa Anda tentukan dari awal kehamilan. Hanya saja Anda harus mempersiapkan plan B jika plan A tidak bisa berjalan. Percuma juga pusing tak karuan, karena pada akhirnya kondisi kehamilan lah yang memengaruhi metode persalinan. Tak kalah penting untuk Anda lakukan adalah mempersiapkan budget dobel untuk proses persalinan caesar yang bisa terjadi kapan saja.  


Produksi Asi Tidak Maksimal

Ya, produksi ASI yang tidak lancar menjadi kecemasan umum yang dialami oleh banyak ibu hamil. Apalagi jika Anda memiliki keturunan yang juga mengalami hal serupa. Ketakutan kondisi buah hati nantinya tumbuh tidak normal kerap membayangi pikiran Anda. 

Solusinya: Jauhkan pikiran negatif ini dari usia dini kehamilan. Temukan solusinya melalui artikel ini: PRODUKSI ASI TIDAK LANCAR? INI CARA MENGATASINYA

(Elizabeth Puspa/Saskia Damanik, Image: Corbis)