Stay in The know

Trends

Tri Handoko Mengeksplorasi Emosi Manusia Pada Koleksi Busana Apiknya

Tri Handoko Mengeksplorasi Emosi Manusia Pada Koleksi Busana Apiknya


Desainer Indonesia, Tri Handoko, menjadi perancang busana pertama yang mempresentasikan koleksinya pada IPMI Trend Show 2016. Dalam konferensi pers yang telah dilaksanakan dua pekan sebelumnya, Tri Handoko selaku Ketua Harian Acara IPMI Trend Show 2016 telah menyebutkan bahwa pegelaran tahun ini akan mengusung konsep presentasi yang berbeda dengan peragaan busana lainnya.

Secara keseluruhan, peragaan busana IPMI kali ini mengambil tema “etheREAL” dengan menggunakan satu macam panggung presentasi, di mana para model berdiri layaknya patung (mannequin) dan hadirin pun dapat melihat dari dekat setiap koleksi busana yang ditampilkan.

“Mind Game” merupakan tema khusus yang Tri Handoko angkat untuk koleksi dari lini pertamanya ini. Lima belas busana yang ditampilkan pada The Hall Senayan City, Jakarta, merupakan hasil eksplorasi pemikiran serta emosi manusia yang begitu beragam. Inspirasi itu pun diimplementasikan dalam koleksi bergaya maskulin dan minimalis, sesuai garis andalan dari desainer yang pernah dinobatkan sebagai “The Most Favorite Designer” versi Mercedes Benz Fashion Festival 2004.

Tri Handoko menampilkan sosok wanita yang tegas, tangguh, namun fashionable lewat busana bergaya tailored. Kesan formal pun melebur dengan napas edgy dan feminin, dengan palet warna monokrom dan merah yang seolah merepresentasikan beberapa emosi manusia. Aksesori karya desainer Rinaldy A. Yunardy pun terlihat menemani koleksinya untuk memperkuat konsepnya tersebut.

Satu hal yang mengundang perhatian lebih GLITZMEDIA.CO adalah hadirnya sosok wanita paruh baya dengan wajah Kaukasia. Ia hadir di tengah-tengah 14 model muda lainnya dengan mengenakan tailored dress dan tafetta blouse merah sebagai dalamannya. Rupanya, ia didaulat menjadi muse Tri Handoko yang menggambarkan wanita berusia matang dengan kepribadian kuat lantaran telah melalui berbagai fase hidup.

Tri Handoko sendiri mengaku bahwa koleksinya kali ini cukup menantang dan memberatkan dirinya secara emosi, karena sang ayah tercintanya meninggal dunia di tengah proses pembuatan koleksi busana “Mind Game” ini. Namun, GLITZMEDIA.CO salut, Tri Handoko mampu melewati momen menyedihkan dalam hidupnya tersebut dan berhasil mengeluarkan karyanya yang luar biasa. 




(Kissy Aprilia, Image: GLITMEDIA.CO)

Author:

You Might Also LIke