Stay in The know

Trends

Siluet Klasik yang Wearable dari Koleksi Couture Dior

Chiuri menghadirkan koleksi busana yang mudah diprediksi.
Durasi baca: 50 detik.

Saat pertama kali melihat koleksi debut Maria Grazia Chiuri pada musim semi 2017 lalu, begitu banyak kekaguman dan pujian yang diberikan kepada sosoknya. Menyelipkan pesan politis dan sentuhan feminis pada setiap koleksinya, Chiuri sepertinya melupakan arti mode itu sendiri. Pada koleksi couture fall 2018 ini, Chiuri kembali menghadirkan busana dengan siluet klasik yang wearable dan mudah diprediksi.

(BACA JUGA: Implementasi Chiuri Menentang Kapitalisme pada Koleksi Dior)
(BACA JUGA: Ketangguhan Perempuan Meksiko Menjadi Inspirasi Koleksi Dior)


Pada koleksi couture spring 2018 lalu, ia merepresentasikan isu feminisme dengan sentuhan surealisme. Koleksi busana dengan siluet klasik dan nuansa monokrom mendominasi koleksi musim lalu. Kali ini Chiuri menghadirkan sebuah peragaan busana yang terinspirasi dari buku Elisabetta Orsini yang berjudul “Atelier: Places of Thought and Creation”.


Dominasi suit, dress bermaterial satin serta coat mendominasi seluruh koleksi ini. Aksesori fascinator (topi khas perempuan Inggris) muncul sebagai elemen yang menghidupkan koleksi tersebut. Nuansa monokrom dan palet pastel menghiasi panggung runway, para model terlihat memesona dalam balutan koleksi couture tersebut. Menilik seluruh koleksi ini, tampaknya Chiuri ingin terus melanjutkan revolusi pada industri mode.  


(Piti, foto: Vogue.com)