Stay in The know

Trends

Sebastian Gunawan: Elegansi Warna

Koleksi Sebastian Gunawan couture 2019 menumpahkan sudut pandang fauvisme yang menawan.

Durasi baca: 50 detik


Peragaan busana tahunan Sebastian Gunawan Couture selalu mencitrakan kehidupan sosok perempuan feminin yang elegan dan modern. Pada hari Kamis (21/9/2018) lalu, label yang dinaungi oleh Sebastian Gunawan dan Cristina Panarese itu menawarkan makna baru yang lebih emosional melalui koleksi bertajuk "CROMIA".


Berasal dari bahasa Yunani, cromia atau khorma memiliki arti kemurnian intensitas warna. Gambaran tersebut terlihat sejak peragaan busana Sebastian Gunawan Couture 2019 dibuka oleh koleksi blouse merah muda dan palazzo hijau terang. Gagasan ini juga terinspirasi dari karya Henri Matisse, pelukis pemimpin gerakan fauvisme, yaitu pemberontakan atas kelaziman warna. Untuk mewujudkan konsep itu, Ballroom Hotel Mulia, Jakarta, pada malam itu terasa segar berkat kombinasi palet warna komplementer, seperti ungu yang berpadu jingga kemerahan, paduan kuning kenari dan biru muda, serta hijau dengan semburat putih.


Tidak hanya parade warna, kombinasi cromia juga hadir dari permainan bahan seperti tulle tipis, tafetta, tweed, hingga material tebal seperti lame matelasse, mikado, dan jaquard. Seluruh material kain dijahit rapi menjadi potongan siluet busana yang tak biasa, seperti potongan kemeja yang digarap di atas bahan tipis lalu ditumpuk menjadi tebal dengan pola lurus. Ada pula busana yang terlihat seperti jumpsuit, namun sebenarnya terdiri dari padanan tunik dan palazzo


Meski Sebastian dan Cristina menghadirkan 88 koleksi yang sangat berbeda dengan varian warna beragam, seluruh penampilan tersebut terikat pada satu benang merah yaitu ikat pinggang berukuran ekstra besar yang tampak kontras dengan busana yang diperagakan. Sementara itu, sepatu boots menjadi daya tarik eksentrik ketika berpadu dengan gaun cocktail pendek yang elegan. 


(Kissy Aprilia, Foto: Muara Bagdja)