×

Stay in The know

Trends

Merayakan Keberagaman, Model Disabilitas Turut Ramaikan Panggung JFW 2020

Merayakan Keberagaman, Model Disabilitas Turut Ramaikan Panggung JFW 2020
Meichella Nancy

Sat, 26 October 2019 at 12.03

Merupakan dukungan dan aksi nyata British Council bersama Cotton Ink dan Intoart untuk mendukung kesetaraan di masyarakat.

Durasi baca: 1 menit


Panggung fashion week tidak selalu lekat dengan kesan yang eksklusif. Hal itu pun dibuktikan British Council yang menggandeng label mode dalam negeri Cotton Ink serta studio seni dan desain Inggris, Intoart dalam penyelenggaraan hari ke-3 Jakarta Fashion Week (JFW) 2020.


Jika selama ini para disabilitas sering dianggap sebagai kaum ketidakberdayaan, ketiganya kompak ingin mengubah persepsi tersebut. Mereka ingin mengajak semua orang untuk merayakan keberagaman yang ada di tengah masyarakat.


Sebagai wujud nyatanya, panggung British Council tidak hanya serta-merta menjadi pameran koleksi busana terbaru dari Cotton Ink dan Intoart saja, tetapi juga kembali menjadi wadah kaum disabilitas untuk bisa sama-sama menunjukkan karya dan semangatnya.


Tampil 5 penyandang disabilitas yang terdiri dari mereka yang down syndrome, tuna daksa, juga tuli, yang ikut menaklukkan runway dengan begitu mengagumkan. Sontak, langkah mereka diiringi tepuk tangan serta apresiasi dari para penonton yang hadir.

(BACA JUGA: Presentasi Penuh Motif dari 3 Desainer Muda Indonesia di Hari Pertama JFW 2020)


COTTON INK MENAMPILKAN KOLEKSI KOLABORASINYA BERSAMA AYANG CEMPAKA

Pertunjukan hari itu dibuka oleh peragaan dari Cotton Ink yang tampil seru dan semarak dengan beragam fashion item bermotif nan apik. Mulai dari atasan, kemeja, hingga terusan berdesain khas a la Cotton Ink yaitu casual with a twist.


Namun, yang membuat lebih spesial, koleksi yang dibawakan dalam panggung JFW tahun ini merupakan hasil kolaborasinya bersama illustrator Ayang Cempaka yang menyuguhkan corak bunga berwarna-warni.


Rangkaian koleksi mereka seakan menjadi cerminan dari sebuah ekspresi diri yang tidak dapat terhalang oleh kondisi apapun juga. Untuk itu, Cotton Ink ingin menjadikan karyanya bisa dinikmati siapa saja, termasuk mereka para disabilitas.



(Foto: Image.net/JFW 2020)



(Foto: Image.net/JFW 2020)



(Foto: Image.net/JFW 2020)

SEDERET KOLEKSI STATEMENT DARI INTOART

Sedangkan panggung British Council di JFW 2020 juga menyuguhkan koleksi pakaian hasil rancangan tiga seniman disabilitas intelektual yaitu Yoshiko Phillips, Andrew Williams, dan Ntiense Eno Amooquaye.


Ketiganya menumpahkan talenta yang dipunya di tengah keterbatasan dengan membuat desain lukisan tangan yang kemudian diaplikasikan pada rangkaian koleksi knitwear milik brand John Smedley asal Inggris.


Hadirlah penampilan knitwear yang unik namun menonjol. Yang menjadi favorit GLITZMEDIA.CO adalah sebuah terusan knitwear warna oranye terang yang dipenuhi oleh tampilan motif leopard.



(Foto: Image.net/JFW 2020)



(Foto: Image.net/JFW 2020)



(Foto: Image.net/JFW 2020)


(Meichella Nancy, foto: Image.net/JFW 2020)

You Might Also LIke