×

Stay in The know

Trends

Edward Hutabarat: Elegansi dan Simplisitas Busana Bermaterial Ulos

Edward Hutabarat: Elegansi dan Simplisitas Busana Bermaterial Ulos
Anggia Hapsari

Mon, 21 October 2019 at 18.06

Bagi seorang Edward Hutabarat, ulos merupakan kain peradaban Indonesia yang menemani setiap peristiwa hidup seseorang. 

Durasi baca: 1 menit


Istimewa. Itulah satu kata yang dapat mendeskripsikan arti ulos bagi laki-laki yang akrab disapa Bang Edo tersebut. Itulah sebabnya, untuk memperingati hari Ulos Nasional, ia pun memantapkan diri untuk memperkenalkan kain kebanggaan masyarakat Batak ini ke dunia. 


Bagi saya, ulos merupakan kain peradaban dari Sumatra Utara yang diciptakan untuk mempertegas nilai sebuah perayaan dan ritual yang berlangsung sejak ratusan tahun lalu.Mulai dari kelahiran, pernikahan, hingga kematian penggunaan ulos tak lepas dari adat,” tegasnya saat ditemui di The Dharmawangsa Hotel, Jakarta. 

(BACA JUGA: Milan Fashion Week Spring Summer 2020 5 Koleksi Desainer Favorit GLITZMEDIA.CO)


Hal ini menyebabkan Edo sangat berhati-hati dan memantapkan diri dalam mengolah sekaligus memperkenalkan kain itu dalam wajah modern. Tujuannya, apalagi kalau membuka kesempatan selebar-lebarnya agar ulos dapat dikenakan oleh semua orang termasuk pemerhati fashion di berbagai Negara. 


Dibutuhkan waktu cukup lama bagi Edo untuk berburu dan berimajinasi untuk menghadirkan koleksi terbaru bertajuk “Ulos in Innovation” kala itu. Ia perlu bekerjasama dengan para pengrajin ulos dengan beragam motif, sekaligus berkelana ke Siborong-borong, pasar sentral Medan, Samosir, Silalahi, Tarutung, hingga Moeara. 



Semua itu dilakukan untuk memperoleh kain ulos yang paling cocok untuk dipadukan dengan sketsa desain yang modern sebagai ciri khas Edo. Ketika ditanya oleh GLITZMEDIA.CO apa arti desain yang modern menurut Edo, dengan tegas ia menjawab simplisitas!


Artinya, modern bukan berarti harus telanjang, bukan juga ramai dengan memaksa untuk menggabungkan apa yang khas Indonesia dengan suatu hal yang tidak ada relevansinya sehingga membuat busana yang Anda kenakan seperti ‘berteriak,” ungkap Edo. 

(BACA JUGA: New York Fashion Week Spring Summer 2020 Cerah dan Segar)


Lebih lanjut, Edo menekankan bahwa modern berarti menghilangkan berbagai distorsi tidak perlu yang melekat pada sebuah busana. Biarkan kain itu yang berbicara karena wastra Indonesia sudah sangat hebat. Modern itu menunjukkan total look yang beridentitas, berkualitas, dan simple.


SIMPLISITAS NAN ELEGAN


Untuk mempresentasikan koleksi Spring Summer 2020 kali ini, Edo memperkenalkan 50 koleksi busananya di area pool side The Dharmawangsa, Jakarta. 


Nuansa ulos yang menarik dan tak biasa tampil dengan siluet longgar namun chic. Edo pun menjelaskan bahwa sebagian koleksi ini memang terasa cukup berat sehingga kurang cocok dikenakan di iklim Indonesia yang tropis. 



Hal ini disebabkan karena  ia membayangkan busana tersebut dikenakan sebagai busana hangat oleh seseorang yang berjalan di jalanan New York saat musim semi, atau di musim gugur Tokyo. 


Namun, jika diperhatikan lebih dalam, yang menarik dari seluruh penampilan Edo adalah ia mengombinasikan berbagai ulos itu dengan gaya busana Jepang: Kimono.



Kimono merupakan busana yang sangat sederhana namun tak kalah elegan. Siluet busana yang cenderung longgar dapat digunakan oleh siapapun mulai dari pemilik tubuh mungil hingga besar.



Perpaduan wastra Indonesia dan siluet Kimono yang tak lekang zaman ini sangat cocok untuk menerjemahkan simplisitas menurut Edo di atas. Rencananya, ia bahkan akan melahirkan Indonesian Kimono dalam beberapa waktu dekat. 

(Anggia Hapsari, foto: Instagram/ Edward Hutabarat, The Dharmawangsa Hotel)


You Might Also LIke