Sebagai bentuk nyata cinta dan kepeduliannya pada bumi.

Durasi baca: 55 detik


Industri mode memang menjadi salah satu penyumbang limbah terbesar yang membuat alam semakin tidak karuan belakangan ini. Lihat saja kerusakan hutan hingga bencana alam terus datang silih berganti.


Keadaan itu membuat banyak orang patah hati, sama seperti desainer dari label mode lokal abee, Ariy Arka. Tak tinggal diam, keprihatinannya justru ia tumpahkan dengan mempersembahkan karya busana bertajuk KEMELUT.


Selain menjadi jalan keluar dan bentuk kepedulian nyatanya, koleksi itu ia harapkan bisa menginspirasi banyak orang agar lebih sadar untuk mau sama-sama membuat kehidupan bumi menjadi lebih baik.



Ia pun merancang lebih dari 45 set baju untuk perempuan dan laki-laki bergaya streetwear dan turut memamerkannya dalam pagelaran Fashion Rhapsody hari ke-3 di Opus Ballroom The Tribrata, Jakarta.

(BACA JUGA: Angkat Isu Lingkungan, Fashion Rhapsody Digelar dengan Tema "Harmoni Bumi")



(Foto: Tim Muara Bagdja)


MEMANFAATKAN KAIN SISA

Ratusan pasang mata tampak terpesona dengan koleksi yang dipersembahkan Ariy. Bagaimana tidak, carut marut perasaannya atas keadaan alam saat ini tergambar melalui beragam busana yang dihiasi dengan permainan kain sisa.


Menariknya, hal itulah yang membuat koleksinya tampak unik dan sangat menunjang. Memanfaatkan bahan serta kain sisa lalu membubuhkannya secara acak dan semerawut pada area punggung, dada, maupun lengan baju.


Ia pun menambahkan aplikasi bordir bermotif unggas seperti ayam jago serta burung kakak tua yang telah menjadi signature style dari abee. Tak hanya itu, ia juga menuangkan bordir bertema virus corona pada beberapa koleksinya.

(BACA JUGA: Hoax! Virus Corona Tidak Menyebar dari Pakaian dan Makanan Impor)



(Foto: Tim Muara Bagdja)


Tercetus begitu saja sejak musibah virus itu jadi trending. Kegelisahanku ya aku tumpahkan untuk berkarya. Lewat inspirasi itu, aku ingin mengingatkan setiap orang untuk tidak lupa menjaga kesehatan diri dan orang-orang tersayang di sekitarnya,” ungkapnya.


Nuansa warna yang dipilih juga terkesan kelam seperti merah marun, hijau botol, biru pekat, lalu bercampur dengan warna netral yang lebih ringan seperti krem dan putih. Sedangkan material yang digunakan juga memadukan tekstur yang berbeda-beda, mulai dari beludru, rajut, denim, twill, organdi, juga tulle.


Karena khas dengan gaya streetwear, siluet busana yang ditampilkan juga serba longgar, namun memberi kesan edgy penampilan berkat aplikasi dan motif-motif yang ia desain. Hadirlah beragam blus longgar, jaket parka, jaket bomber, rok berkantung besar, hingga terusan oversized.


Peragaan busana malam itu benar-benar menginspirasi dan membuat para penonton tersentuh atas karya dan ide-idenya. Selamat untuk Ariy Arka!



(Foto: Tim Muara Bagdja)



(Meichella Nancy, foto: Tim Muara Bagdja)