Stay in The know

Trends

6 Label Busana Yang Wajib Dilirik Karena Punya Cara Berbeda Melestarikan Batik

6 Label Busana Yang Wajib Dilirik Karena Punya Cara Berbeda Melestarikan Batik


Menggunakan busana batik bisa jadi sebagai salah satu wujud cinta Anda kepada negeri ini, tapi 6 label busana ini punya cara berbeda. Mereka berbuat sesuatu pada Indonesia dengan mengeksplorasi kekayaan budaya—batik—sebagai materi dalam berkarya.

Memeringati hari Batik Nasional, tepat pada 2 Oktober, Glitz Media memaparkan 6 label busana yang dianggap turut serta membuat predikat batik ‘naik kelas’. Bukan tanpa sebab, tapi 6 label busana ini mampu melestarikan batik dengan caranya masing-masing. Keenamnya dipastikan bisa melengkapi kebutuhan berbusana Anda—sehari-hari hingga acara khusus lainnya.


Part One by Edward Hutabarat

Nama Edward Hutabarat—atau yang akrab dipanggil Edo—tak perlu diragukan lagi di kancah dunia fashion tanah air. Di tangannya batik dalam lini Part One tampil begitu memukau. Ia mengaku bekerja sama dengan para pengrajin batik dari sejumlah daerah di Indonesia. Edo meluncurkan karyanya melalui permainan batik yang dikemas begitu modern dan stylish. Bahkan ia sanggup memadukan beberapa motif batik dalam satu busana, tetap dalam tampilan yang fashionable. 



edbe by Eddy Betty

Bukan, Eddy Betty memang bukan fashion designer yang memfokuskan diri pada batik. Hanya saja koleksi ready to wear di bawah label edbe (baca: edibi) mampu mengemas batik menjadi busana yang eksentrik, fun, dan berjiwa muda. Edbe mengeksplorasi batik dengan pola yang tak lazim (unik) sehingga batik yang Anda kenakan nantinya benar-benar tak pasaran. 



NurZahra

Mungkin nama Nur Zahra lebih awam terdengar sebagai desainer busana muslim. Tetapi, daya jual dari label busana ini juga terletak pada kekayaan motif batik pada beberap koleksinya. Batik kontemporer yang diluncurkan tidak dalam warna-warna mencolok, motifnya sedikit tribal, dan bernapas urban. Dipastikan setiap lilitan kain batiknya akan membuat gaya Anda begitu personal. 



Danar Hadi

Siapa yang tak kenal dengan label yang sudah eksis sejak tahun 1967 ini.  Kemajuan zaman membuat batik mengalami modernisasi. Begitu pula dengan Danar Hadi. Label favorit para orangtua dulu, kini juga menular kepada kita—bahkan mungkin untuk anak cucu kita nanti. Danar Hadi menyediakan koleksi batik beragam, dari yang berdesain formal hingga yang bergaya muda, modern, dan fashionable.



Sejauh Mata Memandang

Label yang dikendalikan oleh otak cerdas Chitra Subijakto ini terbilang paling muda dari 5 label lainnya. Meskipun begitu, antusiasme para pencinta mode tetap besar pada label ini. Chitra mengaku menggunakan matanya sebagai inspirasi dalam berkarya. Apa yang ia pandang (lihat) bisa dituangkan dalam setiap desainnya. Motif batik yang begitu unik menjadi daya tarik Sejauh Mata Memandang. Rasanya semua koleksi batiknya ingin dikoleksi saja.



Bateeq 

Michelle Tjokrosaputro, President Director Bateeq ingin membawa busana batik sejajar dengan label busana internasional lainnya. Batik handmade yang ditulis dengan tangan menjadi andalan sekaligus ciri khas Bateeq. Tahun lalu, Bateeq sukses membuat gebrakkan kolaborasi dengan desainer muda, Peggy Hartanto. Motif batik kawung dengan siluet busana feminin yang saat itu ditunjukkan telah mendapat respon yang baik dari masyarakat. 


(Saskia Damanik)

Author:

You Might Also LIke