×

Stay in The know

Trends

4 Desainer Kesatria di Puncak Acara Dewi Fashion Knights

4 Desainer Kesatria di Puncak Acara Dewi Fashion Knights
Anggia Hapsari

Wed, 30 October 2019 at 18.06

Inilah koleksi pamungkas yang memanjakan mata dari perhelatan Jakarta Fahion Week 2020.

Durasi baca: 1 menit


Di perhelatan mode Jakarta Fashion Week 2020, Dewi Fashion Knights merupakan sesi fashion show penutup yang ditunggu oleh banyak orang. Selain sebagai sesi pamungkas, acara ini juga dihadiri oleh undangan terpilih dan selebriti. Tak heran jika peminat mode rela untuk mengantri panjang untuk menyaksikan show terakhir ini.


Ada empat desainer yang diberi kesempatan untuk memperkenalkan karyanya saat itu. Desainer yang terpilih untuk tampil di panggung runway selalu berganti. Jika ada desainer yang hadir lebih dari sekali, maka hal itu merupakan suatu kesempatan langka. Seperti yang dialami oleh Aguste Soesastro. Ini adalah kali kedua ia memperkenalkan koleksi terbarunya di panggung Dewi Fashion Knights.

(BACA JUGA: Jakarta Fashion Week 2020: Natalia Kiantoro Menawarkan 2 Koleksi Busana Terbarunyanya Sekaligus)



Laki-laki alumnus School of Chambre Syndicale De la Couture Parisienne itu menerjemahkan tema besar “Borderless” pada malam itu dalam subtema “The Javanese Invasion”. Melalui Kraton by Aguste Soesastro, ia menghadirkan 14 busana yang terinspirasi dari beskap, surjan, dan blankon sebagai busana laki-laki tradisional Jawa.


Ia tampak sengaja menghadirkan busana tanpa batasan gener, usia, bahkan waktu pada fashion. Dalam koleksi ini, Anda dapat menemukan banyak elemen sportswear yang terinspirasi dari active wear dan classic sports.




 Celana ¾, jumpsuit, hingga luaran yang terinspirasi dari surjan lengkap dengan penambahan banyak saku sebagai aksen mendominasi kolesi Aguste. Yang menarik, Aguste menggunakan berbagai bahan wol serta heavy silk yang memberi kesan mewah. 

(BACA JUGA: Jakarta Fashion Week 2020: Tren Make Up Perempuan Aktif)


Lain lagi dengan Mel Ahyar yang memilih bermain dengan sisi ketidaksempurnaan melalui “Skin”. Skin menghadirkan banyak karakter yang ada di media sosial. Ada banyak rupa yang berkeliaran di dunia maya, namun Mel mengajak setiap orang untuk mencintai kepribadiannya sendiri. 



Ada banyak detail menarik di 16 koleksi yang disajikan kala itu. Dijelaskan lebih lanjut oleh Mel, ia memanfaatkan beragam kain sisa sehingga meminimalkan kain yang dibuang. Jika ada kain yang masih belum dipakai, ia gunakan sebagai aksen pada busana.


Tak hanya itu saja, ia pun menggunakan berbagai material menarik sebagai perwujudan tanggung jawabnya terhadap limbah seni. Contohnya ia menggunakan kain mycotex dari jamur Milea, hingga limbah mika hitam dari seorang pematung. 


Salah satu busana yang menarik GLITZMEDIA.CO saat itu adalah mini dress berbahan tulle berwarna dasar nude dengan detail mika keemasan pada seluruh busana. 


Bagaimana dengan Jeffry Tan? Jeffry ingin meleburkan beberapa unsur menjadi satu kesatuan seperti elemen laki-laki dan perempuan, structured dan fluid, geometrik dan sesuatu yang spiral, serta tenun tradisional dan bahan material industri. 



Desainer yang karyanya pernah dikenakan oleh Kylie Minogue itu tetap menampilan karakternya yang maskulin dan tailored untuk tampilan perempuan urban yang modern dan dinamis. Tampak jelas, ia mengeksplor beberapa hal di luar zona nyaman yang tertuang dalam aksesori dan pola pada celana maupun lengan busananya. 



Begitu pula dengan Adrian Gan yang juga ingin mengungkap sisi lain dari kreativasnya.  Meski demikian, ia tetap menghadirkan ciri khasnya yaitu menggabungkan dua elemen budaya berbeda. 



Kali ini, Adrian mengangkat kain ulos Batak yang dirancang lebih modern. Kain yang dipakai merupakan kain ulos Pinucaan tak terpakai dan sudah rapuh yang didapat dari kolektor kain Torang Sitorus,


Detail yang sederhana namun mengedepankan teknik jahit dan clean cut membuat busananya tampak modern dan wearable. Rupanya, ia  terinspirasi dari cara berpakaian masyarakat Batak dengan ulos yang hampir menjadi pakaian keseharian warga setempat. 


Ada yang melilitnya di bagian tubuh tertentu, sebagai sarung, hingga menggunakannya menjadi  setelan. Agar modern, ketiga cara itu diolah dalam koleksi yang mudah dikenakan. Sebut saja mulai dari gaun panjang kerah bulat, busana dengan detail lengan balon, hingga blus yang dipadukan dengan outer panjang semata kaki dan celana 7/8. Sulaman tangan pada busana kala itu membuat koleksi kali ini sangat spesial.

(Anggia Hapsari, foto: Instagram, image.net)





You Might Also LIke