×

Stay in The know

Style

Sempat Diragukan, Franck Mesnel Berhasil Pertahankan Brand Eden Park Paris Hingga 31 Tahun

Sempat Diragukan, Franck Mesnel Berhasil Pertahankan Brand Eden Park Paris Hingga 31 Tahun
Andiasti Ajani

Sat, 25 May 2019 at 08.01

Eden Park Paris adalah sebuah brand busana pria yang terinspirasi dari olahraga rugby

Durasi baca: 1 menit 30 detik.


Beberapa hari lalu, GLITZMEDIA.CO sempat bertemu dengan desainer sekaligus founder dari brand Eden Park Paris yakni Franck Mesnel (baca: frang menel). Dalam pertemuan tersebut, GLITZMEDIA.CO juga sempat berbincang hangat dengan Mesnel.


Brand Eden Park Paris sendiri adalah sebuah produk fashion asal Prancis, yang terinspirasi dari seragam pemain rugby. Hal ini menjadi wajar ketika Anda tahu bahwa Mesnel dulunya adalah seorang atlet rugby!


“Saya tumbuh dan besar di Paris dan setiap akhir pekan saya selalu bermain rugby di lapangan dekat rumah dengan teman-teman. Karena salah satu teman saya tergila-gila dengan rugby. Tanpa sadar saya akhirnya jadi suka dan suka menonton pertandingan rugby di televisi. Karena itu ketika besar saya ingin menjadi atlet rugby,” ujarnya.


Kecintaannya terhadap dunia rugby inilah yang memicu mengapa di awal berdirinya Eden Park, ia dan temannya yang juga pendiri Eden Park yaki Eric Blanc, menjual berbagai produk fashion pria yang mirip dengan seragam rugby.


Tidak hanya itu, Eden Park juga mendukung penampilan beberapa klub rugby di Prancis. Begitu juga dengan pemilihan logo brand yang berbentuk dasi kupu-kupu berwarna merah muda. Ada apa dengan dasi kupu-kupu merah muda dan rugby?

(BACA JUGA: Eden Park Paris: Busana Gaya untuk Pasangan)




“Jadi dulu saat saya masih aktif menjadi atlet rugby, tim kami pernah memakai dasi kupu-kupu berwarna merah muda saat pertandingan. Meskipun saat itu kami tidak menang, tetapi dasi kupu-kupu berwarna merah muda itu berhasil jadi headline di berbagai media massa,” tutur Mesnel.


Filosofi ini kemudian benar-benar ia terapkan di dalam Eden Park Paris. Ia mengaku selalu mengajarkan kepada para pegawai Eden Park Paris untuk tidak mendorong orang untuk membeli produknya. Tetapi lebih diceritakan tentang produknya, sehingga para pembeli ingin beli karena kualitas produk yang dimiliki oleh Eden Park Paris.


“Saya tidak mau para pembeli merasa tidak nyaman ketika masuk ke toko Eden Park. Kami selalu mengajarkan sejarah Eden Park pada para pegawai. Sehingga ketika calon customer datang, mereka bisa menjelaskan dengan baik. Misalnya lewat bahannya, bagaimana cara dibuatnya, filosofi di balik produk tersebut. Sehingga dia tidak hanya beli produk, tapi juga membawa cerita.”


Mesnel sempat menyampaikan kisah lucu pada GLITZMEDIA.CO ketika ditanya soal apa tanggapan orang-orang di sekitarnya ketika ia memutuskan membangun sebuah brand fashion.


“Don’t do that ha ha ha... ya semua orang tidak percaya dengan apa yang ingin saya lakukan. Mereka berpikir Eden Park tidak akan bertahan lama. Tapi kenyataannya, brand ini bisa bertahan selama 30 tahun dengan jumlah toko puluhan yang tersebar di seluruh dunia."


Nama Eden Park Paris sendiri ia pilih karena dulu ia dan timnya pernah meraih juara saat tanding di Stadion Eden Park, Auckland, New Zealand. Karena merasa momen tersebut sangat bersejarah, Mesnel dan Blanc akhirnya memutuskan untuk menggunakan nama stadion tersebut sebagai nama brand-nya.


Pada bulan Januari lalu, Eden Park Paris untuk pertama kalinya masuk ke Indonesia dan membuka gerai pertamanya di Plaza Indonesia. Sudah dibuka hampir setengah tahun, Mesnel mengaku bangga karena “anak bungsunya” berjalan dengan sangat baik.


“Saya menyebut toko di Jakarta ini adalah ‘our baby’. Karena toko Eden Park Paris ini menjadi toko yang paling muda dibandingkan dengan toko yang ada di negara-negara lain. Sejauh ini semua berjalan dengan sangat baik, ada potensi dari lokal yang membuat brand ini berjalan. Tetapi karena masih baru, tentu banyak yang harus dijaga dan diperbaiki agar lebih baik.”


Mesnel mengaku, bahwa dalam beberapa tahun mendatang Eden Park Paris akan membuka lagi toko keduanya di Indonesia. Mesnel menyebut, toko keduanya mungkin akan kembali dibuka di Jakarta atau di Bali. 




(Andiasti Ajani, foto: dokumentasi PT. Utomo )

You Might Also LIke