×

Stay in The know

Style

Sebelum Memesan Cincin Pernikahan, Cari Tahu Dulu Keunggulan & Kelemahan Materialnya

Sebelum Memesan Cincin Pernikahan, Cari Tahu Dulu Keunggulan & Kelemahan Materialnya
Saskia Damanik

Sun, 10 July 2016 at 11.00

Meskipun indah di jari manis, sebaiknya Anda mengetahui lebih dulu material cincin pernikahan yang akan dipilih. 

Cincin merupakan benda paling krusial yang harus dipersiapkan menjelang hari pernikahan. Bahkan, sebelum hari spesial tersebut cincin pun sudah dipasangkan pada jari manis Anda saat prosesi lamaran. Memilih benda kecil berbentuk lingkaran ini memang tidak sulit—namun juga tidak mudah. 

Tak hanya desainnya yang memukau yang membuat pertimbangan kita membelinya, material atau bahan dasar cincin pernikahan pun wajib diperhatikan. Emas, titanium, paladium, dan juga platinum mungkin sudah tidak asing lagi di telinga. Namun, sudahkah Anda mengetahui dengan pasti kelebihan dan kekurangan dari tiap setipa material tersebut? 


Emas Kuning

Plus: Emas kuning merupakan bahan dasar yang paling umum menjadi pilihan calon pengantin. Umumnya, emas kuning tidak menimbulkan reaksi alergi pada penggunanya, karena emas kuning hanyalah campuran dari emas murni dan tembaga—tidak mengandung nikel. Kualitasnya pun kuat, tahan terhadap perubahan kimia sehingga tidak mudah rusak dan harganya dirasa lebih terjangkau. 

Minus: Meskipun tahan terhadap perubahan kimia, emas kuning akan kehilangan kilaunya bila tidak dipoles secara berkala. Tak hanya itu, semakin besar kemurnian yang dimiliki emas kuning, semakin lunak kondisinya sehingga lebih mudah tergores. Sebaiknya, pilihlah emas kuning dengan kemurnian 14–18 karat karena lebih keras dan juga tahan lama.




Emas Putih

Plus: Emas putih kini menjadi salah satu pilihan material yang difavoritkan pasangan muda, lantaran warnanya yang memberikan kesan modern. Emas putih biasanya dilapisi dengan rhodium yang membuatnya lebih kuat dibandingkan dengan emas kuning. Selain itu, warnanya yang indah membuat cincin emas putih ini cocok bila dipadukan dengan permata ataupun berlian.

Minus: Rhodium yang melapisi emas putih memang membuatnya tahan goresan. Namun, lapisan tersebut juga dapat memudar dalam waktu yang cukup lama. Anda perlu melapisi kembali setiap tahunnya untuk mempertahankan kilau serta warna yang konsisten dari cincin tersebut. Tak hanya itu, emas putih cenderung memiliki harga yang lebih mahal, namun ‘jatuh’ bila dijual kembali.


Paladium

Plus: Bila budget Anda terbatas, namun menginginkan cincin pernikahan yang terbuat dari logam mulia, dengan warna yang indah, dan cukup awet, Anda memilih cincin dari paladium. Logam ini merupakan logam langka, yang kini banyak diincar orang. Alasannya, paladium memiliki kilauan indah dan warna putih keperakan yang mirip dengan platinum. Seperti perak murni, warna palladium juga tidak berubah. Bahkan, material ini dikatakan lebih keras dari perak dan juga emas.

Minus: Sayangnya, jenis logam palladium masih begitu awam di telinga masyarakat. Hal itu menimbulkan keraguan mengenai keaslian logam mulia ini. Selain itu, tidak semua toko emas menerima palladium jika Anda ingin menjualnya kembali.

 

Titanium

Plus: Titanium merupakan sebuah pilihan cincin pernikahan yang lebih modern dibandingkan dengan emas putih. Bahan tersebut merupakan zat yang tidak mudah berkarat meskipun terkenal air laut, ataupun zat-zat lainnya. Cincin dari material ini juga tidak kehilangan kekuatannya, meskipun diukir sedemikian rupa. Titanium memiliki warna yang serupa dengan paladium dan platinum. Meskipun begitu, bahan tersebut memiliki harga yang lebih rendah dibandingkan bahan-bahan yang telah di bahas sebelumnya. 

Minus: Titanium yang asli memiliki harga yang relatif lebih mahal dibandingkan dengan emas. Hanya saja, cincin titanium yang beredar telah dicampurkan dengan logam lainnya sehingga memiliki harga yang lebih murah. Beberapa orang menganggap jika bahan tersebut kurang tepat bila digunakan sebagai cincin pernikahan. Namun, warna kilau serta beratnya yang ringan masih dijadikan pilihan favorit banyak orang.



Platinum

Plus: Platinum adalah logam putih yang langka dan merupakan salah satu pilihan yang paling mahal. Tidak seperti emas, cincin platinum bukanlah campuran dari bahan logam serta paduan lainnya. Platinum terbuat dari 95% platinum yang menyebabkan harganya lumayan tinggi. Material ini membuat cincin tahan lebih lama, tidak mengalami korosi, serta tidak menyebabkan alergi pada jenis kulit apapun.

Minus: Yup seperti yang sudah dikatakan sebelumnya bahwa platinum memiliki harga yang sangat tinggi. Bahkan, harga bahan tersebut mencapai dua kali lipat dari harga emas. Selain itu, toko emas di Indonesia umumnya tidak menerima penjualan cincin platinum. Alasannya, harga platinum yang begitu tinggi. Bila Anda memiliki budget lebih dan ingin kualitas baik, cincin platinum bisa menjadi pilihannya. 

(Kissy Aprilia)

You Might Also LIke