ads



Stay in The know

Style

Perjanjian Pra Nikah, Penting atau Tidak?

Perjanjian Pra Nikah, Penting atau Tidak?

Simak ulasannya dalam artikel berikut ini

Durasi baca: 1 menit.


Ketika pasangan memutuskan untuk menikah, banyak hal tentu harus dipersiapkan. Tidak hanya soal bujet, lokasi, dan hal-hal lainnya, ada beberapa pasangan yang turut melakukan persiapan setelah menikah. Seperti rumah, menyiapkan tabungan bersama, hingga membuat perjanjian pra nikah. 


Perjanjian pra nikah adalah sebuah perjanjian, hitam di atas putih, yang dibuat oleh pasangan yang ingin menikah. Isi perjanjiannya beragam, tapi umumnya adalah do’s and dont’s bagi masing-masing pasangan. Termasuk juga soal pembagian harta, cara mengurus finansial, dan lain sebagainya.


Memang tidak semua orang yang hendak menikah membuat perjanjian pra nikah. Mengapa? Karena perjanjian pra nikah dianggap membuat pernikahan terkesan tidak didasari oleh cinta dan kepercayaan. Namun sebetulnya, tidak seperti itu. Banyak biduk rumah tangga yang karam karena hal-hal sensitif seperti finansial misalnya.

(BACA JUGA: 5 Kesalahan Saat Seorang Perempuan Memutuskan Menikah)




Jika pasangan yang akan menikah membuat perjanjian pra nikah, keduanya jadi tahu dan paham batasan masing-masing. Sehingga ketika mereka ingin memutuskan sesuatu, jadi penuh pertimbangan alias tidak sembarangan. Perjanjian pra nikah juga sebetulnya menguntungkan untuk para perempuan.


Mengapa? Karena dengan membuat perjanjian pra nikah, para perempuan tetap memiliki hak atas beberapa hal jika rumah tangga yang dijalani tiba-tiba mengalami masalah. Karena dalam banyak pernikahan, kepemilikan harta biasanya selalu atas nama laki-laki atau suami. 


Sehingga banyak perempuan terlantar ketika mereka bercerai, atau ditinggal begitu saja tanpa sebab oleh suami mereka. Tetapi banyak juga orang yang percaya dan cinta pada pasangannya, hingga merasa tidak perlu membuat perjanjian pra nikah.


Tidak masalah, karena ketika hubungan tersebut mengalami masalah mereka pasti punya solusi terbaik untuk menyelesaikannya. Tidak harus melulu soal angka dan hitungan, tapi bisa diselesaikan dengan hati.


(Andiasti Ajani, foto: blake newman, pixabay.com/pexels.com)

You Might Also LIke