Kerjasama yang dibina selama 31 tahun antara Jane Birkin dan rumah mode Hermes sepertinya akan berakhir. Penyanyi sekaligus model asal Inggris mengajukan permohonan kepada pihak Hermes untuk mencabut nama (belakangannya) yang dijadikan salah satu nama dari koleksi tas ternama Hermes, Birkin Croco. Jane tak mau lagi namanya disangkutpautkan dengan praktik kekejaman pada buaya yang dilakukan Hermes untuk memproduksi kulit tas koleksi Birkin Croco. Apalagi ditambah pengakuannya yang mengatakan kalau dia telah menandatangani petisi Mercy For Animals. 

"Having been alerted to the cruel practices endured by crocodiles during their slaughter for the production of Hermès bags carrying my name. I have asked Hermès Group to rename the Birkin until better practices responding to international norms can be implemented for the production of this bag," ungkap Jane kepana Yahoo! News.

Organisasi hak asasi hewan, PETA (People for the Ethical Treatment of Animals), mengekspos adanya kekejaman pada buaya-buaya dari peternakan Texas hingga Zimbabwe melalui sebuah video. Buaya-buaya ini dibunuh dengan cara disiksa, seperti dimasukan ke lubang beton yang kemudian ditembak mengenakan senjata tetapi tak membuat buaya tersebut langsung mati. 

“At just on year old, alligators are shot with a captive-bold gun or crudely cut into while they’re still conscious and able to feel pain. The investigator saw alligator continuing to move their legs and tails in the bleed rack and in bloody ice bins several minutes after their attempted slaughter,” jelas PETA.


Atas aksi Jane Birkin ini, pihak Hermes segera memberikan tanggapan kepada media People.com. Tanpa berniat merusak persahabatan yang sudah terjalin di antara mereka, pihak Hermes mengaku menghargai dan memahami permohonan Jane Birkin tersebut. Namun, Hermes menyangkal kalau peternakan buaya tersebut bukanlah milik mereka. Hingga kini, pihak Hermes terus menginvestigasi peternakan buaya di Texas. Bila terbukti benar seperti yang dilaporkan, mereka akan mengubah kebijakan dan memberikan sanksi kepada pelakunya. 

“Hermes respect and shares her emotion and was also shocked by the images recently broadcast. An investigation is underway at the Texas farm which was implicated in the video. Any breach of rules will be rectified and sanctioned. Hermès specifies that this farm does not belong to them and that the crocodile skins supplied are not used for the fabrication of Birkin bags,” jelas pihak Hermes.

Tas Hermes Birkin Croco yang dibandrol pada harga ratusan juta hingga milyaran ini, diburu oleh para sosialita yang rela mengantre dan menunggu waktu hingga setahun lebih.  Namun, pendiri PETA, Ingrid Newkirk mengungkapkan, “Once, Birkin bags marked people as celebrities or at least members of the super-rich, but soon, no one will want to be caught dead carrying one, and animal advocates will then breathe a sigh of relief.” 

(Kissy Aprilia)