Nama HIAN TJEN mungkin masih sayup-sayup terdengar di dunia fashion tanah air, walaupun sebenarnya dia sudah cukup eksis di lini busana pernikahan (bridal). Karena itu, desainer muda berusia 30 tahun ini mencoba menunjukkan eksistensinya dengan menggelar peragaan busana Hian Tjen Haute Couture 2016 di Dian Grand Ballroom, Hotel Raffles Jakarta pada Rabu, 19 Agustus 2015 lalu.  

Inilah pertama kali Hian menggelar show tunggal perdana yang bertajuk "Chateau Fleur" sebagai konsep dari koleksinya. Tema ini diambil dari bahasa Prancis, yang berarti Kastil bunga. Hian terinspirasi cerita dongeng, di mana inti dari cerita tersebut menggambarkan manusia dalam dua sisi yang baik dan jahat. Hian pun menggabungkan kedua sisi tersebut dengan keindahan.

Pagelaran koleksi Hian Tjen kali ini dibagi dalam 2 segmen. Pada segmen pertama, hadir koleksi bertema "Evil Stalked The Night" yang menggambarkan sisi buruk manusia. Warna hitam dan merah terlihat mendominasi koleksinya. Dengan siluet lebih sederhana, Hian yang dikenal mengandalkan payet, manik-manik, dan kristal, tetap memerhatikan konstruksi busana, teknik jahit yang apik, dan detail yang cukup kompleks. 



"Love Will Bring The Joy" menjadi tema untuk segmen keduanya. Menunjukkan sisi baik dari manusia, koleksi Hian pun dibawa mengalir dalam warna-warna pastel, krem, putih, hingga keemasan. Di segmen ini Hian banyak mengambil siluet gaun panjang dan jubah. Hian juga bermain pada volume dan detail bulu, hingga aksesori berbentuk kupu-kupu. 

Secara keseluruhan 50 busana yang 90% dikerjakan handmade ini menonjolkan kemewahan layaknya busana bernuansa Eropa. Melihat progress dari jebolan Lomba Perancang Mode Femina ini, Hian Tjen memang mengalami kemajuan signifikan lewat kualitas dan detail karya-karyanya. Salut!



(Saskia Damanik, Image: Tim Muara Bagdja)