Pagelaran mode ini akan diselenggarakan secara virtual pada 29 November 2020 mendatang di JFW TV. 

Durasi baca: 1 menit


Dewi Fashion Knights (selanjutnya disingkat DFK) telah memasuki penyelenggaraan yang ke-13. Tahun ini, DFK pun akan kembali menjadi panggung pagelaran penutup untuk rangkaian perhelatan bergengsi Jakarta Fashion Week.


Meski harus diadakan dengan format virtual melalui JFW TV pada 29 November 2020 mendatang, namun DFK telah memilih tiga desainer ternama Indonesia yang siap memamerkan karya untuk seluruh pencinta dan penikmat mode.

(BACA JUGA: Tren Warna dan Gaya Rambut dari Panggung L'Oreal Professionel di JFW 2020)


DFK sendiri telah sukses melahirkan banyak alumni desainer terbaik dalam negeri yang namanya pasti sudah tak asing di telinga. Sebut saja Tex Saverio, Sapto Djojokartiko, Sebastian Gunawan, mendiang Barli Asmara, hingga Peggy Hartanto.

(BACA JUGA: Model Baju Batik Perempuan Lengan Panjang)



Lalu, siapakah kesatria DFK 2020 yang siap meramaikan panggung pagelaran tahun ini? Mereka adalah Chitra Subyakto dengan Sejauh Mata Memandang, Lulu Lutfi, serta Toton. Ketiganya dipilih karena memiliki kesamaan dengan visi misi yang diangkat DFK.




DFK 2020 MENGANGKAT TEMA GAIA ATAU MOTHER EARTH

Seperti yang kita tahu, dunia mode menjadi salah satu penyumbang sampah serta polusi terbesar di dunia. Pandemi dan gejolak lainnya yang terjadi global saat ini juga membuat banyak pihak mempertanyakan nilai-nilai industri mode itu sendiri.

(BACA JUGA: Tips Memilih Celana Panjang ke Kantor)



Banyak juga di antara para desainer yang  terkena dampak, sehingga perputaran roda industri harus ditutup. Untuk itulah, DFK 2020 memutuskan mengambil tema pagelaran kali ini bertajuk Gaia atau Mother Earth. Tema itu diartikan sebagai perenungan merefleksikan diri untuk kembali ke Ibu, ke akar, dan nurani.


Sesuai dengan tema itulah, Sejauh Mata Memandang akan mencoba lebih dalam dengan tidak hanya memanfaatkan bahan ramah lingkungan, namun juga memberi napas baru untuk barang yang terbuang sehingga bisa menjadi sebuah koleksi mode yang bernilai.



(Foto: DFK)

Sementara untuk Toton, koleksinya di DFK 2020 berangkat dari pemikirannya tentang sejarah serta sistem kepercayaan di Indonesia. Salah satu aspek yang menjadi inspirasi untuk koleksi ini adalah arca-arca peninggalan agama Hindu dan Buddha yang penuh makna.


Serta Lulu Lutfi Labibi mengaku menuangkan karyanya nanti dengan sentuhan inspirasi dari Joko Pinurbo tentang sandang. Nantinya akan ada sebait puisi yang disembunyikan dalam kantong baju, celana, dan sarung dalam koleksinya.


Menarik dan menyentuh.


(Meichella Nancy, foto: DFK)