×

Stay in The know

Style

Hindari Hal Pemicu Perdebatan Sebelum Pernikahan

Hindari Hal Pemicu Perdebatan Sebelum Pernikahan
Saskia Damanik

Wed, 6 May 2015 at 11.15


Detik-detik menjelang pernikahan (proses persiapan) menjadi titik rawan bagi setiap pasangan yang akan menikah. Tak jarang pada masa ini beda pendapat, perdebatan, hingga perselisihan terjadi diantara Anda dan pasangan, orang tua, calon mertua, bahkan keluarga. 

Apa Glitzy mulai merasakan hal yang sama? Yuk, kenali penyebab dan pemicu perselisihan dan solusi yang harus Anda lakukan untuk mencegah atau menyelesaikan perselisihan yang sudah terlanjur terjadi.


Komunikasi Yang Terhenti 


Saat mempersiapkan pernikahan secara otomatis jadwal dan kesibukkan akan meningkat dari biasanya. Hal inilah yang sering menjadi alasan kurangnya komunikasi bagi calon pengantin—yang kalau tak segera diselesaikan bisa berbuntut pada pertengkaran. 

Meluangkan waktu berkomunikasi dengan pasangan di tengah kesibukkan akan menghindari Anda dari masalah besar dan kesalahpahaman. Jika tak sempat bertemu, Glitzy bisa memilih komunikasi via telepon dulu. Ketika masalah terlanjur datang, komunikasi secara langsung akan lebih efektif untuk mencari jalan keluar. 

Jangan menunda-nunda menyampaikan informasi. Jangan pula mengambil keputusan tanpa berdiskusi dengan pasangan. Komunikasi intens akan memperbaiki keadaan. Yang tak kalah penting adalah cara Anda dan pasangan berkomunikasi. Cara bicara kasar, intonasi suara tinggi, hingga kalimat-kalimat yang tak mengenakkan harus dihindari, tuh.   


Gengsi Tinggi Bikin Rugi

Status sosial, finansial, tingkat pendidikan, dan selera yang lebih tinggi membuat Anda gengsi ketika harus menyejajarkan diri dengan pasangan dan keluarganya. Kalimat lainnya, sih, tak ingin harga diri turun. Sebagai contoh, merasa mempunyai pendapatan lebih membuat Anda leluasa memilih semua dekorasi dan perlengkapan pernikahan sesuai keinginan sendiri tanpa melihat kemampuan pasangan. 

Coba, deh, pikirkan kembali. Bukankah ketika kita memutuskan menikahi seseorang, berarti harus bisa menerima pasangan apa adanya, saling menyesuaikan diri, dan melengkapi satu sama lain? Ubah mindset dari sekarang dan kalahkan gengsi Anda. Belajar untuk menawarkan bantuan kepada pasangan dan keluarga dengan cara bicara yang tidak membuat sakit hati atau merasa dilangkahi. Pernikahan yang terjadi seharusnya merupakan impian berdua Anda dan pasangan, bukan salah satu pihak saja.  


Budget Tak Terduga  

Masalah budget sering kali menjadi masalah sensitif dalam proses pernikahan. Budget tak terduga dan membengkak akan memicu terjadinya stres dan kemarahan--terutama jika Anda dan pasangan tak memiliki cadangan dana. Yang harus Anda dan pasangan hindari adalah saling menyalahkan. Lebih baik memikirkan solusinya, seperti mulai melakukan pengikisan pengeluaran yang tak perlu, prioritas kebutuhan, hingga mencari solusi tambahan dana. 

Sebaiknya Anda dan pasangan membuat anggaran pemasukan dan pengeluaran bersama agar tahu persis perkembangan persiapan pernikahan. Jika masih ada waktu, Anda bisa menyisihkan pendapatan untuk ditabung bersama sebagai biaya pernikahan tak terduga tanpa perlu berhutang pada pihak ketiga. 


(Calon) Mertua, Oh (Calon) Mertua

Ngerti, sih, kalau pernikahan itu bukan hanya melibatkan Anda dan pasangan, tetapi campur tangan keluarga, calon mertua, dan keluarga pasangan kerap kali mengganggu persiapan pernikahan. Sebagai calon menantu yang baik Anda pun sulit membantah harapan mereka, tapi tak henti pula mengeluh dalam hati. Perbedaan selera, sudut pandang, bahkan gaya hidup menjadi beberapa alasan tak sejalannya pemikiran Anda, pasangan, dan pihak ketiga. 


Yang perlu Glitzy tanamkan di pikiran, tujuan mereka baik dan ingin membantu. Akan lebih mudah jika Glitzy memposisikan diri sebagai pasangan Anda yang mungkin merasakan hal yang sama—tidak merasa cocok dengan saran orang tua dan keluarga Anda. Toleransi sangat dibutuhkan di sini. Utarakan kembali apa yang Anda inginkan dan dengarkan pula apa yang calon mertua dan keluarga harapkan. Diskusikan dan cari jalan tengahnya. 


Ketika Ego Bertemu Emosi 

Akar dari semua masalah adalah ego dan emosi. Apalagi, nih, yang namanya wanita lebih sering berpikir complicated alias ribet. Tak jarang kita lebih mendominasi persiapan pernikahan dari pasangan. Hindari sikap mau menang sendiri dan prasangka negatif. Tak perlu berpikir bahwa pesta pernikahan akan berantakkan ketika menggunakan wedding organizer temannya pasangan atau tak tampil cantik karena memakai jasa penyahit langganan mertua. 

Apapun masalahnya, selama Anda bisa mengontrol emosi dan mengalahkan ego pasti bisa terselesaikan dengan baik. Libatkan pasangan untuk setiap proses pernikahan agar kesan menghargai ditanamkan sejak sebelum menikah. Diskusikan setiap masalah yang timbul dengan tenang dan berkepala dingin. Tak perlu sering mengeluh apalagi menangis di depan pasangan. Aura positif dan rasa semangat bisa mengobati setiap masalah yang ada, tuh!


Aku dan Dia Berbeda  

Anda dan pasangan jelas tahu dengan perbedaan prinsip dasar yang ada selama pacaran, tapi sayangnya Anda berdua tak menyelesaikan sampai ke akarny--jaga-jaga untuk menghindari resiko terbesar terjadi. Ya, efek terburuknya adalah keretakkan pada hubungan sekarang atau nanti setelah menikah--jangan sampai, ya. Perbedaan keyakinan, suku, hingga kewarganegaraan bukanlah hal simpel dan mudah disatukannya.

Memang tantangannya di sini, karena itu komunikasikan perbedaan yang ada dan buat kesepakatan dari sekarang. Siapkan segala dokumen yang harus disediakan untuk memperlancar proses pernikahan Anda. Perjelas pula tujuan tempat tinggal Anda dan pasangan setelah pesta pernikahan selesai. Apapun keputusan yang Anda dan pasangan buat, saling mengingatkan untuk selalu konsisten dijalankan. 


Gagal Move On 

Pada masa pacaran tak pernah ada rahasia diantara Glitzy dan pasangan. Selalu terbuka kepada pasangan, begitu pula sikap pasangan terhadap Anda. Sayangnya, ketika emosi meningkat, Glitzy sengaja atau tak sengaja malah mengungkit cerita masa lalu pasangan yang kurang enak. Jelas hal ini akan menimbulkan perselisihan di antara Anda berdua. 

Sebenarnya yang tak bisa move-on Anda atau pasangan, nih? Karena itu tak perlu, deh, mengungkit masalah mantan pacar pasangan hingga perceraian orang tuanya sebagai 'senjata' Anda saat sebal dengan pasangan. Fokus saja menatap masa depan bersama pasangan Anda sekarang. 


Pada akhirnya Glitzy juga perlu mengajak pasangan untuk membaca 7 Hal Pemicu Perdebatan Sebelum Menikah di atas ini agar Anda dan pasangan sama-sama mencegahnya, bukan sepihak saja. 

(Elizabeth Puspa & Saskia Damanik, Image: The Big Wedding Movie)


You Might Also LIke