Stay in The know

ads

Style

Kontroversi Terbaru Dolce & Gabbana #DGLovesChina

Kontroversi Terbaru Dolce & Gabbana #DGLovesChina

Dolce & Gabbana (D&G) kembali tersandung kasus dugaan rasisme.

Durasi baca: 1 menit


Sebagai salah satu fashion brand ternama asal Italia, Dolce & Gabbana selalu tampil memukau dengan desain mewah dan stylish. Tak heran rasanya jika Victoria Beckham kerap jatuh cinta dengan brand yang terkenal dengan nama singkatan D&G ini. Istri David Beckham tersebut gemar mengoleksi busana serta tas dan seringkali tertangkap kamera sedang menenteng brand D&G.


Namun, beberapa waktu lalu, D&G kembali tersandung kontrovensi. Setelah sebelumnya mendapat banyak protes pada salah satu produk koleksi Spring/Summer 2016 yang diberi nama ‘Slave Sandals,’ kini D&G dianggap rasis akibat kampanye #DGLovesChina. Hal ini mengakibatkan pembatalan peragaan busana bertajuk "The Great Show" di Shanghai, Republik Rakyat Tiongkok, yang seharusnya dilaksanakan pada tanggal 21 November 2018 lalu. 

(BACA JUGA: Ini Perbedaan Sumpit Cina, Korea, dan Jepang)


Kasus ini bermula ketika D&G merilis 3 video terbarunya pada akun Instagram. Ditujukan sebagai promosi peragaan busananya di Shanghai, video ini menampilkan seorang model keturunan Tiongkok yang kesulitan menyantap makanan khas Italia, sepertI spaghetti, cannolo, dan margherita, dengan menggunakan sumpit.



Video ini lantas dianggap seperti merendahkan budaya rakyat Tiongkok, hingga media setempat ramai mengkritik kempanye ini. Mereka menganggap D&G begitu arogan dengan budaya Tiongkok yang menampilkan kesan sumpit tampak begitu kecil dan rendah di hadapan makanan Italia yang lezat dan luar biasa.

  • PAGE
  • 1
  • 2

You Might Also LIke