×

Stay in The know

Style

Disiplin dan Konsisten, Jadi Rahasia di Balik Eksistensi Brand Fashion BYARRA

Disiplin dan Konsisten, Jadi Rahasia di Balik Eksistensi Brand Fashion BYARRA
Andiasti Ajani

Sun, 9 February 2020 at 14.34

Tidak hanya pada produk, BYARRA juga konsisten terhadap DNA-nya yakni ingin menjadi merek fashion yang massal.

Durasi baca: 1 menit.


Beberapa hari lalu, GLITZMEDIA.CO berkesempatan untuk bertatap muka dengan desainer, founder, dan CEO dari brand fashion BYARRA, Mita Hutagalung. Pada kesempatan yang langka ini, Mita bercerita panjang lebar pada GLITZMEDIA.CO, tentang ide awal, tantangan, hingga kesulitan yang ia alami selama membangun BYARRA.


Siapa sangka, ternyata perempuan kelahiran tahun 1989 ini pernah ditipu dan ditinggal oleh karyawannya sendiri. Seperti apa cerita lengkap BYARRA? Langsung saja simak wawancara GLITZMEDIA.CO dengan Mita Hutagalung di bawah ini.


GLITZMEDIA.CO (GM): Halo mbak Mita, apa kabar? Senang rasanya bisa bertemu hari ini.

Mita Hutagalung (MH): Halo, kabar baik. Saya juga senang bisa ketemu sama GLITZMEDIA hari ini.


GM: Oke mbak Mita, untuk mengawali obrolan kita hari ini, boleh cerita soal ide di balik berdirinya brand BYARRA itu seperti apa?

MH: Oke, BYARRA tahun ini genap berusia empat tahun. Sudah lima tahun, trigger awalnya karena aku sebelumnya pernah bikin bisnis bareng sama temanku. Tapi karena temenku pada akhirnya sibuk dengan kegiatannya sendiri, akhirnya saham bisnisnya aku beli.

Saat itu aku dan temanku bikin bisnisnya baju anak-anak. Setelah itu aku tiba-tiba berpikir untuk meneruskan bisnis ini tetapi di platform yang beda. “Kayanya peluang bisnis di fashion bagus nih…” pikirku saat itu. Akhirnya aku bersama adikku, putuskan untuk yuk kita bikin brand fashion sendiri. Yaitu BYARRA.

(BACA JUGA: Couture Week Spring 2020: 4 Desainer dengan Koleksi Terbaik)




GM: BYARRA sendiri saat ini punya beberapa lini bisnis. Ada basic, wedding, sampai kids juga ada. Tapi awal berdirinya BYARRA fokusnya apa?

MH: Awalnya fokus di pakaian formal and semi formal attire, yakni lini pertama BYARRA Official. Setelah itu, aku pikir "Orang kayanya nggak mungkin pakai baju formal setiap hari.." akhirnya aku bikin lini baru yakni BYARRA Basic. Cocok untuk ke kantor, cocok juga untuk acara santai.

 Setelah itu aku terpikir, bahwa pasti banyak ibu-ibu yang mau beliin baju untuk anaknya tapi nggak pasaran. Akhirnya aku bikin BYARRA Kids. Belum berhenti di situ, aku kembali terpikir untuk menyasar pernikahan.

Akhirnya aku bikin BYARRA Bride. Jadi sekarang BYARRA ada empat lini. Yakni BYARRA Official, BYARRA Basic, BYARRA Kids, dan BYARRA Bride.


GM: Apa tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan empat lini tersebut?

MH: Hmm, semuanya sulit, semuanya penuh tantangan. Tetapi BYARRA Bride adalah yang paling complex, yang paling butuh perhatian. Kenapa? Karena banyak detailnya. Developing design, produksi, fitting, sampai jadi. Karena contoh ya, pengantin itu datang ke kita enam bulan sebelum dia menikah.

Saat dia datang ke kita, size tubuhnya masih M. Tapi karena calon pengantin tersebut ingin tampil sempurna di hari pernikahannya, dia diet ketat. Lama-lama badannya menyusut jadi ukuran S. Kalau baju ready to wear kan sudah ada size, tapi kalau bridal kan tidak. Harus terus disesuaikan dengan tubuhnya.

  • PAGE
  • 1
  • 2

You Might Also LIke