Apakah Anda tahu dari mana asal muasal motif polkadot, tartan, argyle, dan houndstooth yang selalu ada di setiap tren mode? 

Durasi baca: 1 menit 30 detik

Mode muncul bukan hanya karena keunikan sebuah model atau pola, melainkan sejarah panjang yang berpadu dengan budaya. Tidak hanya motif garis namun polkadot, tartan, argyle hingga houndstooth juga memiliki ceritanya sendiri. Berikut rangkuman GLITZMEDIA.CO.

(BACA JUGA: Milan Fashion Week Spring Summer 2020: 5 Koleksi Desainer Favorit GLITZMEDIA.CO)


POLKADOT

Motif bola-bola ini ternyata sudah dikenal sejak puluhan tahun yang lalu. Asal motif ini masih menjadi misteri. Beberapa peristiwa juga sempat diperkirakan menjadi awal mula lahirnya polkadot, yaitu tarian polka di Amerika yang diperkenalkan oleh imigran dari Eropa Timur pada tahun 1835.


Tidak hanya itu, motif polkadot juga terlihat dari baju Minnie Mouse yang ikonik. Kepopuleran polkadot ala Minnie Mouse ini juga kian menjadi dengan adanya lagu “Itsy Bitsy Teenie Weenie Yellow Polkadot Bikini”.

Polkadot menginjak masa kejayaannya pada tahun 1950-an. Hal tersebut terlihat dari banyaknya perempuan berbusana dengan motif yang melambangkan kebahagiaan dan kemakmuran ini.


Pada tahun 1970 para desainer mulai mengaplikasikan polkadot ke dalam model pakaian seperti jumpsuit, celana panjang juga midi skirt dress. Tahun 1980, motif polkadot mulai melebarkan sayapnya ke dalam berbagai aksesori dan terus menerus menghiasi desain dari sejumlah item fashion hingga saat ini.


TARTAN

Tartan merupakan motif kotak-kotak warisan dari sejarah Skotlandia sejak abad ke-16. Pada zaman itu, motif yang menjadi identitas negara Skotlandia ini tergolong mewah dan tidak sembarang orang bisa memakainya.


Faktanya, ukuran garis vertikal dan horizontal serta warna yang berbeda-beda melambangkan status sosial pemakainya. Pada mulanya motif sebutan Highland Dress ini hanya dikenakan oleh kaum pria, terutama yang memiliki keturunan ‘darah biru’.

(BACA JUGA: Marie Sang Penyusup di Chanel Paris Fashion Week 2020)



Namun sejak Ratu Victoria mengunjungi Skotlandia dengan mengenakan tartan, motif kotak-kotak mulai populer di kalangan perempuan serta menjadi inspirasi para perancang untuk koleksi mereka.


ARGYLE

Kaus kaki dan sweater adalah dua item mode yang ikonik dengan motif ini. Argyle adalah motif yang menyerupai bentuk berlian atau belah ketupat berlapis-lapis. Asal mula munculnya motif ini juga terbilang cukup misterius.


Berdasarkan cerita, motif argyle ini lahir dari sekelompok pria yang hidup di wilayah barat Skotlandia bernama Argyll. Motif ini juga dipercaya sebagai bentuk peranakan dari tartan karena di Skotlandia, masyarakat menggunting kain tartan mereka untuk menjadi penutup kaki yang pada akhirnya potongan-potongan tersebut membentuk sebuah motif argyle.

Argyle merupakan salah satu motif yang sudah menjadi ciri khas dari salah satu merek kelas atas, Pringle of Scotland. Menurut rumor yang beredar, merek inilah yang menjadi pelopor sweater bermotif argyle di tahun 1920-an.


Motif ini mulai menjadi tren fashion di Amerika ketika pemilik label Brooks Brothers membawa pulang potongan kain bermotif argyle dan mulai memproduksinya di tahun 1949. Kepopuleran argyle semakin menanjak ketika para remaja dan orang dewasa memakainya untuk mendapatkan gaya a la preppy look.


HOUNDSTOOTH

Nama motif ini terinspirasi dari gigi belakang anjing, karenanya dinamakan dengan houndstooth. Lagi-lagi motif ini juga berasal dari Skotlandia. Walau motif ini biasanya identik dengan hitam putih, perpaduan dua warna kontras lainnya juga dapat digunakan.


Awalnya, houndstooth terbuat dari tenunan wol, namun seiring dengan perkembangan zaman, motif ini mulai diproduksi dengan menggunakan berbagai macam material.

(Foto: rachelraymag.com)


Motif yang biasanya sering dijumpai dalam bentuk shift dress dan jaket ini sudah beberapa kali menjadi tren, khususnya di tahun 1930-an, 1970 dan awal tahun 2000.


Pada tahun 1950-an, houndstooth menjadi motif yang paling populer di kalangan pria dan kembali memeriahkan runway pada tahun 2008 oleh koleksi Marc Jacobs, serta tahun 2009 dengan koleksi dari Alexander McQueen. Bahkan, saat ini Anda juga dapat menjumpai houndstooth pada beberapa aksesori seperti sepatu, scarf, dan clutch.

(Anggia Hapsari, foto: unsplash.com/ Djurdjica Boskovic/ Cristina Ilerena, instagram.com/ Uniqlo/ Marc Jacobs)