ads



Stay in The know

Style

Mengintip Hasil Jepretan Agus Santoso Yang, Fotografer Fashion Muda Tanah Air

GLITZMEDIA.CO juga mengajak Anda untuk mengenal sosoknya lebih dekat lagi.

Durasi baca: 1 menit 10 detik


Sebuah jepretan foto yang mengagumkan, tentunya tidak terlepas dari penjiwaan seorang fotografer dibaliknya. Ini jugalah yang membuat hasil karya setiap foto Agus Santoso Yang terasa berbeda. Ia mengerjakannya dengan sepenuh hati dan jiwa dengan memfokuskan diri sebagai fotografer fashion.


Fotografi fashion sendiri telah melejit sejak tahun 1980-an dan terus berkembang hingga saat ini, seiring dengan tren fashion yang tak ada habisnya. Aliran ini memang berkonsentrasi untuk memotret dan menampilan gaya pakaian dan barang-barang fashion terbaru secara lebih detail dengan tetap memperhatikan porsi estetika di dalamnya.


Biasa dikenal dengan panggilan Agus, laki-laki asal Surabaya ini telah bergabung lebih dari 5 tahun pada NPM Photography, sebuah creative artist management milik fotografer kenamaan, Nicoline Patricia Malina.


Lalu, apa yang membuat Agus tertarik berprofesi sebagai fotografer dan memilih fashion dibanding aliran lainnya, seperti food atau interior? Simak jawabannya dalam wawancara singkat GLITZMEDIA.CO dengan Agus berikut ini.

(BACA JUGA: Wawancara GLITZMEDIA.CO dengan Sarah Tanno, Make Up Artist Langganan Lady Gaga)


Intip juga sederet karya Agus yang akan buat Anda terpesona. Mulai dari foto rubrik fashion untuk sejumlah media di Indonesia hingga potret sederet selebriti kenamaan, seperti Eva Celia, Chelsea Islan, dan Atiqah Hasiholan yang menjadi karya kolaborasinya bersama GLITZMEDIA.CO!


G (GLITZMEDIA.CO): Hi, Agus! Boleh diceritakan awal kamu tertarik dengan fotografi hingga akhirnya memutuskan untuk menggeluti profesi satu ini?

AS (Agus Santoso): Hi juga, GLITZMEDIA.CO! Jadi, saya sudah menyukai bidang fotografi sejak masih di bangku SMP. Lalu, pernah menang lomba fotografi juga di Journalist Competition yang diadakan JawaPos. Setelah itu, semakin bulat ingin terus mendalami fotografi dengan masuk Desain Komunikasi Visual di Universitas Kristen Petra Surabaya. Setelah lulus, langsung bekerja di bidang ini, deh.


G: Lalu, kenapa memilih aliran fotografi fashion?

AS: Fotografi fashion memang menjadi bidang yang saya geluti sekarang. Tidak sekedar foto, tapi saya senang bertemu dengan orang-orang yang punya keahlian menarik dibaliknya, seperti fashion designer, fashion stylist, make up artist, celebrity, model internasional, bahkan orang-orang penting di negara ini. Oh iya, yang paling terpenting juga, dengan menjadi fotografer fashion, saya puas bisa membantu memvisualisasikan ide dari para klien.


G: Selain foto fashion, adakah aliran lain yang biasa kamu kerjakan?

AS: Komersial karena bidang ini sangat berdekatan dengan fashion. Selain itu juga foto pre-wedding dan animal photogrpahy.


G: Apa arti fashion buat kamu? Dan bagaimana gaya andalan berbusana kamu sehari-hari?

AS: Fashion buat saya adalah soal budaya dan sejarah. Untuk gaya berbusana sehari-hari lebih kasual. Celana jeans dan t-shirt tetap jadi andalan saya.


G: Apa tantangan terbesar selama kamu menjalani profesi ini, terutama menjadi seorang fotografer fashion?

AS: Karena memilih aliran fashion dan komersial, saya dituntut harus selalu tahu tren fashion setiap saat. Jadi, mata saya harus terbuka lebar dengan segala kabar terbaru soal fashion, baik dari dalam dan luar negeri.


G: Jika suatu hari diberi kesempatan untuk berkolaborasi dengan salah satu fotografer ternama dunia, siapa yang akan kamu pilih? 

AS : Mario Testino! Beliau fotografer asal Peru yang karyanya sudah mondar-mandi di majalah Vogue sampai jadi langganan brand fashion besar, seperti Gucci, Michael Kors, Burberry, Chanel.


G: Siapa selebriti Tanah Air yang ingin sekali kamu ajak untuk foto?

AS: Hmm... Dian Sastro.


G: Jika bukan fotografer, pekerjaan lain apa yang juga menjadi cita-cita kamu?

AS: Segala pekerjaan untuk seseorang yang sangat mencintai binatang seperti saya ini.


G: Adakah tips yang dapat disampaikan untuk para fotografer pemula yang tertarik mengikuti jejak kamu untuk fokus pada genre fashion?

AS: Jangan lelah untuk selalu belajar dan tak usah untuk takut salah. Banyaklah praktek dan mendalami ilmu fotografi. Satu lagi kalau mau jadi fotografer fashion, harus sering-sering lihat referensi foto dari berbagai majalah internasional.




(Meichella Nancy, Foto: Agus Santoso Yang)