×

Stay in The know

Style

6 Pedoman Wajib yang Harus Anda Perhatikan Sebelum Menentukan Tanggal Pernikahan

6 Pedoman Wajib yang Harus Anda Perhatikan Sebelum Menentukan Tanggal Pernikahan
Saskia Damanik

Sun, 10 July 2016 at 19.02

Tentukan hari dan tanggal terbaik untuk pernikahan Anda dengan lakukan langkah-langkah ini.

Memang benar semua hari adalah baik, namun bagi orang Indonesia yang merencanakan pernikahan, adalah penting menentukan tanggal yang tepat. Beberapa suku bahkan memiliki tradisinya sendiri dalam menentukan hari baik pernikahan tersebut. 

Terlepas dari urusan tradisi dan ritual khusus menentukan hari baik pernikahan, ada 6 hal penting lainnya yang harus Anda perhatikan sebelum menetapkan tanggal pernikahan. Setiap poin ini berhubungan dengan Anda dan pasangan, keluarga, para vendor, hingga para tamu undangan nantinya. Simak lengkapnya di bawah ini, Glitzy...

 

Momen Penting Vs. Adat Istiadat

Mungkin Anda dan pasangan memiliki momen berkesan selama menjalin hubungan sehingga memilih tanggal di momen tersebut sebagai hari penikahan Anda. Namun, sebaiknya Anda mendiskusikannya lebih dulu kepada orangtua dan keluarga inti mengenai pemilihan tanggal tersebut. Negara kita memilih agama dan adat istiadat yang begitu kental. Jika Anda dan pasangan berada pada keluarga yang cukup ketat mengikuti agama dan adat yang berlaku turun-temurun, sebaiknya pemilihan tanggal harus disepakati keluarga inti. 


Prediksi Cuaca

Di Indonesia sendiri klasifikasi musim dibagi menjadi dua—musim kemarau (panas) dan musim hujan. Pergantian musim tak lagi bisa diprediksi berdasarkan bulan, karena faktor global warming. Jadi, untuk Anda yang ingin menggelar pernikahan outdoor amannya memilih tanggal di bulan Juni hingga Oktober. Pada bulan tersebut, cuaca diprediksi cerah dan kemungkinan hujan sangat minim. Sebaliknya, jika Anda merencanakan pernikahan di luar bulan-bulan tersebut, sebaiknya memilih konsep pernikahan indoor.


Tanggal Cantik, Perlu atau Tidak? 

Para vendor umumnya memberikan harga lebih tinggi pada tanggal-tanggal cantik, seperti hari Valentine, 12 Desember 2012, hingga jelang bulan Ramadhan. Jika Anda malas bersaing dengan calon pengantin lain—yang juga memilih tanggal cantik—dan ingin menghemat budget pernikahan, sebaiknya hindari tanggal-tanggal tersebut. Sebaliknya, jika Anda ingin menciptakan momen berkesan sekali seumur hidup, segera pesan jasa vendor jauh-jauh hari agar tak keduluan calon pengantin lainnya. 




Perhatikan Jadwal Libur Nasional

Memilih hari pernikahan sebelum dan sesudah libur besar yang panjang (seperti libur Lebaran, Natal dan Tahun Baru) akan sedikit menyulitkan Anda. Pasalnya, pada hari tersebut banyak vendor pernikahan yang cuti atau meliburkan diri karena merayakan hari besar. Bukan hanya itu, pikirkan pula nasib para tamu undangan yang juga merayakan hari besar atau hari liburnya. Tentu Anda tidak ingin pesta pernikahan sepi lantaran tamu yang diundang tidak hadir di pesta, bukan? 


Tanggal Muda (mungkin) Lebih Baik

Banyak yang beranggapan jika tanggal muda lebih ideal dipilih sebagai hari pernikahan. Sebenarnya secara logika, hal ini dilakukan untuk memudahkan para tamu undangan yang membutuhkan budget tertentu (misalnya untuk transportasi atau pemberian angpau) saat hadir ke pesta. Akhir dan awal bulan diyakini mampu mendatangkan tamu undangan lebih banyak daripada di pertengahan bulan (tanggal tua). Jika pesta pernikahan Anda skala kecil, poin ini mungkin tak perlu menjadi pertimbangan atau bisa diabaikan saja.


Siapkan Tanggal Cadangan

Sebagai langkah antisipasi, sebaiknya Anda dan pasangan memberikan tanggal cadangan untuk hari pernikahan. Pilihlah 2-3 tanggal sebagai alternatif. Semua kemungkinan bisa terjadi, seperti lokasi gedung pernikahan, rias pengantin, hingga catering yang penuh. Pastikan Anda sudah melakukan perjanjian dengan semua vendor pernikahan sebelum mencetak undangan.  

(Elizabeth Puspa/Saskia Damanik, Images: Berbagai sumber)

You Might Also LIke