Di tengah persaingan industri mode, inilah beberapa brand fashion  mewah yang ternyata berhasil memikat hati millenials.

Durasi baca: 1 menit


Serbuan berbagai brand fashion terbaru membuat brand fashion yang telah lahir lebih dahulu perlu mempertahankan diri untuk selalu eksis di pasaran. Berbagai macam cara pun dilakukan terutama untuk menarik hati konsumen baru yaitu generasi millenials.

(BACA JUGA: Brand Fashion Justin Bieber)



Menariknya, menurut forbes.com, survei yang telah dilakukan oleh UQ Marketing menyatakan bahwa selain dikenal sebagai generasi paling konsumtif di sepanjang sejarah,  95% generasi millenial senang berbagi opini mengenai segala produk yang disukai melalui jalur digital. 


Hal tersebut terefklesi dari minat mereka melakukan pembelian konsumtif dari berbagai brand, terutama brand fashion luxurious, di setiap negara. Tak hanya itu, dalam survei yang sama, generasi millenial akan memutuskan untuk melakukan pembelian jika suatu produk yang hendak dibeli mendapatkan testimonial yang baik dari UCG. User Generated Content (UCG), merupakan konten atau informasi yang dibuat perorangan dari orang atau bahkan public figure yang sudah dikenal secara luas.  


BERJALAN HINGGA KE GENERASI BERIKUT

Tak berhenti sampai di generasi millenial. Fenomena dipercaya akan ini terus menurun ke perilaku generasi Z yang juga mulai mendominasi perilaku konsumen masa depan. 


Menurut Pamela Drucker Man selaku Chief Marketing Officer Conde Nast, kedua generasi ini sangat tertarik pada dunia mode dan cenderung lebih mudah dipengaruhi, terutama secara visual lewat media sosial, meskipun belum memiliki kekuatan finansial seperti generasi X.

  

Itulah sebabnya, agar tetap berada di tengah persaingan dan memenangkan hati konsumen baru tersebut, berbagai brand  perlu menyesuaikan diri untuk mengikuti minat mereka. 

Laporan pada tahun 2017 yang dilakukan melalui survey Love List Brand Affinity Index yang diluncurkan Conde Nast Inc. dan Goldman Sachs Group Inc menyatakan beberapa contoh brand fashion mewah favorit millenials tersebut adalah: 


GUCCI

Rumah mode Italia yang didirikan tahun 1921 oleh Guccio Gucci di Firenze tersebut bahkan mendapat ranking tertinggi untuk laporan 'Top Product' di tahun ini. Dikutip dari Business of Fashion, jawaban atas kesuksesan Gucci adalah kemampuan Alessandro Michele selaku Creative Director sejak taahun 2015 untuk menjamah pasar millenial bahkan generasi Z yang masih berusia remaja. 



Selain mengeluarkan varian t-shirt yang sangat dekat dengan generasi millenial, Gucci tak segan untuk menggandeng idola generasi tersebut. Mulai dari Jared Leto yang memiliki memiliki fans besar para millenial hingga grup vokal asal Korea, BTS. Sejak beberapa tahun lalu BTS rutin memakai koleksi Gucci saat manggung, datang di ajang penghargaan, maupun dalam klip video. Di Billboard Music Awards 2018, tujuh personel BTS tampil kasual menggunakan busana Gucci.


ACNE STUDIOS

Brand fashion mewah asal Swedia yang dikelola oleh John Johansson, sang Creative Director, disinyalir sebagai brand yang mampu memikat hati konsumen millenial. Selain karena berbagai detail, siluet, dan warna a la Skandinavian sedang naik daun dan diminati pasar di seluruh dunia, namun Acne Studio pun berusaha masuk ke pasar millenial dengan ‘mendekatkan diri’ pada sosok bintang yang dekat dengan generasi tersebut.



Sebut saja mulai dari Sandara Park 2NE1, bintang asal Korea, hingga kolaborasinya dengan Fjällräven yang memang sedang digilai oleh seluruh kaum millenial\ dan generasi Z. Koleksi kapsul ini tidak hanya menawarkan tas Fjällräven yang ikonik, namun menawarkan puff jacket berdetail faux fur, parka jacket, T-Shirt, dan cargo pants yang lekat dengan kaum millenial. 


OFF WHITE

Brand ini bisa dibilang baru dibanding dengan brand lainnya. Off-White merupakan brand yang dibuat oleh Virgil Abloh, laki-laki berusia 38 tahun yang tidak pernah mengenyam pendidikan fashion secara formal! 

Laki-laki yang kini juga ditunjuk sebagai Creative Director, Louis Vuitton, dalam kategori lini busana laki-laki tersebut merupakan seorang ahli arsitektur dan teknik sipil.



Kehidupan kariernya yang fenomenal melaju pesat ketika ia berkenalan dengan Kanye west dan John Monopoly, sang Manager. Abloh kala itu ditawarkan bekerja sebagai Direktur Artistik konser dunia Kanye West. Kecocokan minat dan kerja antar keduanya membuat Abloh bergabung dengan  West sebagai tenaga magang di Fendy, Roma selama beberapa bulan. 


Kemampuan Abloh untuk menggabungkan desain fashion dan arsitekturalnya diakui oleh Kanye West dan Michael Burke, CEO Fendy saat itu. Namanya makin dikenal publik saat Abloh meluncurkan Off-White di Milan pada tahun 2013. 


Siapa sangka bahwa sosoknya langsung diterima oleh generasi millennial. Hal ini berkat keunikan koleksi street-style Off-White namun tetap bernuansa high-fashion. Kombinasi busana street-style yang high fashion ini memang tampak unik, tapi inilah yang menjadi naik daun di seluruh negara. Bahkan kini, banyak sekali versi palsu dari Acne Studio.


Popularitas Off-White terbukti dari daftar 10 brand fashion paling ternama di dunia yang dikeluarkan oleh Lyst. Brand yang berbasis di Milan, Italia, tersebut bahkan menempati urutan kedua, membawahi Balenciaga, Fendi, Versace, dan Burberry.


(Anggia Hapsari, foto: Vogue, Gucci, Acne Studio)