Stay in The know

Looks We Love

Iris van Herpen Couture Fall 2019: Busana yang Menghipnotis Semua Mata

Iris van Herpen Couture Fall 2019: Busana yang Menghipnotis Semua Mata

Pencinta mode di seluruh dunia seolah diajak untuk menahan napas saat melihat karyanya. 

Durasi baca: 55 detik


Couturier asal Belanda Iris van Herpen memang sejak lama dikenal sebagai desainer jenius. Bagi Iris, sebuah busana tidak hanya harus tampak indah namun perlu menampilkan detail seni lebih dalam. Dilansir dari laman WWD, itulah yang menyebabkannya selalu haus bersinergi dengan lintas profesi seperti arsitek hingga ahli komputer. 

(BACA JUGA: Chanel Haute Couture 2019)


Cukup sulit bagi GLITZMEDIA.CO mendeskripsikan busananya. Ada kontribusi computer programming, alkimia, hingga dalil fisika rumit yang dituangkan pada setiap gaun yang dihadirkan. Lebih baik, Anda mendeskrisikannya sebagai karya seni. Bentuk dan potongan gaun berperan sebagai kanvas sedangkan model yang mengenakannya berperan sebagai frame sebuah lukisan. 


Pada Paris Haute Couture Fall 2019 yang berlokasi di  Élysée Montmartre ini, Iris berkolaborasi dengan pematung kinetik asal Amerika, Anthony Howe. Penikmat mode dibuat terkesiap dengan berbagai busana indah yang memiliki efek hipnotis karena memilki detail yang dapat bergerak seperti kipas angin.


Sebelum para model bergerak melangkah melintasi runway, penonton dihipnotis dengan instalasi berbentuk bulat yang diberi nama Omniverse di tengah lintasan panggung. Instalasi tersebut berputar pada sumbu melengkung yang akan memberi perspektif baru pada gaun yang dikenakan para model.


GLITZMEDIA.CO kagum dengan  gaun yang dikenakan seorang model untuk sesi finale. Gaun tersebut memiliki detail daun yang dapat berputar saat dikenakan. Dijelaskan oleh Iris, detail gaun tersebut berputar dengan gerakan mekanik saat berjalan di bawah instalasi Omniverse. Namun saat dikenakan di luar ruangan, detail daun tersebut dapat berputar melalui hembusan angin. 


Untuk menghadirkan koleksi busana bertajuk Hypnosis tersebut, Iris menggunakan beberapa jenis teknik jahit hingga penggunaan teknik Suminagashi.

(BACA JUGA: Tren Make Up and Hair Do Chanel Haute Couture 2019)


Suminagashi merupakan teknik membuat dekorasi pada kain dengan menggunakan teknik seperti membuat tekstur marmer. Tekstur marmer tersebut dihasilkan dari tinta khusus (marbling paint).


Sedangkan teknik laser cut dengan garis kontrapositif yang digunakan Iris menghasilkan gaun ringan melayang. Gaun tersebut memiliki corak yang tampak seperti aliran tinta dalam air yang mengalir turun pada tubuh seseorang yang mengenakannya. Rumit, kan


Dilansir dari Vogue, Celine Dion yang hadir dalam fashion show Iris tampak kehabisan kata-kata karena terperangah melihat koleksinya.  Pada saat itu, Celine tampak mengenakan gaun rancangan Iris yang tampak “bergetar” dan menampilkan gradasi warna baru ketika ia bernapas atau bergerak. 


(Anggia Hapsari)


Author:

You Might Also LIke