×

Stay in The know

Intermezzo

Wujud Kecintaan 2 Perempuan Millennial Terhadap Budaya Indonesia

Wujud Kecintaan 2 Perempuan Millennial Terhadap Budaya Indonesia
Kissy Aprilianti

Thu, 17 August 2017 at 03.17

“Mempelajari akar budaya Tanah Air merupakan jalan penuntun ke arah pulang.” –Diyang Renantia


Dikelilingi gaya hidup metropolis, rupanya kultur tradisional masih menarik perhatian kaum millennial. Keindahan budaya Jawa yang begitu luhur menjadi penggerak jiwa bagi aktris kelahiran tahun 1992, Asmara Abigail. Perempuan yang akrab dengan sapaan ‘Abi’ tersebut mungkin saja terlihat urban dari gaya penampilan sehari-hari. Namun di balik hal tersebut, dengan gigih Abi mendalami tari Jawa sebagai cara berkomunikasi dengan diri sendiri.  


Bagi Abi, setiap gerakan tari Jawa memiliki arti yang mengekspresikan jiwa dan rasa. Mempelajarinya bukan hanya sekedar berlatih tetapi juga mendalami, mengenal, mengerti, dan mencintai dengan sepenuh hati. “Kita harus terlebih dulu mengenali siapa diri kita. Karena itulah yang kita miliki dan membuat diri kita, kita. Dan untuk memahami dunia, kita pun harus mengerti siapa sosok di balik diri kita sendiri,” tutur Asmara Abigail.

Keragaman suku, budaya, bahasa, dan kepercayaan di Indonesia menjadi kebanggaan bagi pemeran dalam film Setan Jawa tersebut. “Budaya Indonesia adalah Bhineka Tunggal Ika. Keberagaman itulah yang membuat kita Indonesia. Bahwa Indonesia terus mengejutkan saya setiap harinya, bahwa bangsa ini sangatlah luas dan besar dengan kekayaan yang beragam. Kita tidak bisa disamaratakan, karena memang kita beragam”.


Hal serupa juga dirasakan oleh perempuan millennial lainnya, Diyang Renantia. Menjalani profesi sebagai ahli strategi digital mewajibkannya untuk menelusuri dinamika modernisasi. Namun di sela kesibukannya, finalis Abang None Jakarta Utara 2011 tersebut masih aktif bergabung dalam komunitas teater dan musikal Betawi. Bagi Diyang, memahami budaya tempat ia lahir dan tumbuh, merupakan wujud kecintaan terhadap Kota Jakarta. Semuanya terkemas dengan begitu jujur, apa adanya, dan penuh cerita. 

Bagaikan nafas, tarian Betawi yang lincah dan penuh energi membuatnya merasa lebih hidup serta memberikan kebebasan untuk menjadi diri sendiri. Perempuan kelahiran tahun 1989 ini merasa beruntung tinggal di negara yang kaya akan keberagaman Indonesia. “Bila tari adalah nafas, budaya Indonesia merupakan identitas. Kita boleh membuka cakrawala mengenai kebudayaan negeri di luar sana. Namun mempelajari akar budaya Tanah Air merupakan jalan penuntun ke arah pulang,” jelas Diyang Renantia. 

Indonesia sudah memiliki keunikan di mata dunia yaitu Keberagaman dan sumber daya alam yang kaya. Karenanya, teruslah melestarikan seluruh budaya Indonesia dengan memahami setiap aspek di dalamnya.



(Kissy Aprilia, foto: Aditya Oktavirmana, Koleksi: Lulu Lutfi Labibi & Sejauh Mata Memandang, Rias wajah dan rambut: Vzdebaute & Budi Putra Hair)

You Might Also LIke