Kira-kira hasilnya akurat nggak ya?


Hidup berdampingan dengan teknologi bisa jadi adalah hal yang sangat disyukuri oleh kaum urban yang hidup di zaman modern. Meskipun ada banyak sekali kekurangan atau efek buruk teknologi bagi kehidupan manusia, tapi tidak dipungkiri bahwa teknologi juga membantu hidup kita berjalan dengan lebih mudah.


Termasuk teknologi kehamilan di mana para orangtua bisa menemukan jenis kelamin anak mereka yang masih ada di dalam perut. Meskipun bagi sebagian orang menebak jenis kelamin anak yang masih di dalam perut adalah tabu, tetapi tetap saja teknologi USG sangat membantu para orangtua untuk mengetahui kondisi anak mereka.


Sayangnya, teknologi semacam ini tidak ada di zaman kuno. Meski begitu, konon di zaman Mesir kuno ada cara tradisional yang bisa dilakukan untuk mengetahui jenis kelamin bayi yang masih ada di dalam kandungan, lho!


Melansir dari english.alarabiya.net yang dikutip oleh nationalgeographic.grid.id, cara menemukan jenis kelamin di zaman Mesir kuno adalah dengan menuangkan urin perempuan hamil ke atas dua bahan berbeda. Yakni ke atas gandum dan jelai.

(BACA JUGA: Hari Ini, 90 Tahun Lalu Planet Pluto Pertama Kali Ditemukan)


Kalau jelai yang tumbuh lebih dulu, maka kemungkinan besar anak yang ada di dalam kandungan perempuan tersebut adalah laki-laki. Sedangkan kalau yang tumbuh duluan adalah gandum, maka kemungkinan besar anaknya adalah perempuan.


Tidak hanya itu. Penentuan jenis kelamin bayi di dalam kandungan bisa juga dilakukan dengan kebiasaan sang ibu hamil. Misalnya seorang ibu hamil bisa makan bawang putih dalam jumlah banyak dan sama sekali tidak merasakan bau bawang putih tersebut, maka anaknya bisa jadi adalah perempuan.


Begitu juga dengan kebiasaan tidurnya. Jika ibu hamil sering tidur ke arah kiri, masyarakat Mesir kuno percaya bahwa anak yang dikandungnya berjenis kelamin laki-laki. Selain teknologi USG tradisional, masyarakat di zaman Mesir kuno juga tahu sistem KB alias kontrasepsi.


“Bentuknya obat atau ramuan yang bahan-bahannya terdiri dari garam dari Danau Natron, kotoran buaya, yogurt, dan serat tumbuh-tumbuhan. Bahan-bahan ini kemudian dicampur sampai membentuk pasta seperti pasta gigi. Kemudian dioleskan ke area vagina para perempuan,” tutur Najwa Al-Baroun selaku Direktur dari Women’s Studies and Rights Centre.



(Foto: egyptianstreets.com)


(Andiasti Ajani, foto: nationalgeographic.com)