Path telah menemani hidup masyarakat dunia selama 18 tahun dan akan berhenti beroperasi pada 18 Oktober 2018 mendatang
Durasi baca: 1 menit.

Setiap ada pertemuan pasti akan ada perpisahan. Kiranya itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan situasi masyarakat saat ini dengan aplikasi asal Amerika Serikat, Path. Path, pertama kali didirikan pada tahun 2010 dan sejak itu banyak orang menggandrungi aplikasi tersebut termasuk di Indonesia. Sekitar tahun 2012 hingga 2015, aplikasi ini menjadi salah satu aplikasi yang membuat Twitter dan Facebook sedikit tertinggal. Path sendiri adalah sebuah aplikasi jejaring sosial yang bisa digunakan oleh para pengguna untuk membagi kegiatan harian mereka dengan gambar dan video.

Pengumuman tutupnya Path pertama kali diketahui lewat unggahan foto berjudul “Goodbye” dengan latar belakang berwarna merah dan terdapat beberapa emoji ciri khas Path. Hal ini tentu mengejutkan publik, terutama bagi mereka yang pernah atau masih memiliki akun Path. Pada Senin lalu, berita ini akhirnya dikonfirmasi oleh pihak Path lewat laman resmi mereka. “Dengan rasa menyesal kami mengumumkan bahwa Path akan berhenti beroperasi. Sepanjang perjalanan kami telah tertawa dan menangis bersama Anda. Namun kini kami tidak bisa lagi menyediakan produk dan layanan yang lebih baik untuk Anda. Penutupan aplikasi ini tidak lagi dapat dihindari,” tulis tim Path dengan judul pengumuman “The Last Goodbye”.


  • PAGE
  • 1
  • 2