×

Stay in The know

Intermezzo

Trik Menanggapi Pelecehan di Jalan

Trik Menanggapi Pelecehan di Jalan
Shilla Dipo

Fri, 23 March 2018 at 15.00

Cara menghadapi pelaku pelecehan saat di jalan.

Durasi baca: 50 detik.


Pelecehan di jalan atau street harassment masih marak terjadi di seluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia. Sayangnya, pelecehan di jalan sering tidak ditindaklanjuti atau dianggap tidak begitu serius baik oleh pihak berwajib atau masyarakat umum. Bahkan, para pelaku kerap melakukannya tanpa menganggap hal tersebut salah.


Menurut Bianca Fileborn, seorang petugas penelitian di Pusat Penelitian Australia untuk seks, kesehatan, dan Masyarakat, Universitas La Trobe menyatakan pada tahun 2017 sebagian besar perempuan Australia (87%) telah mengalami beberapa bentuk pelecehan di jalan, dalam segala bentuk apa pun seperti siulan, tatapan, digoda atau dikomentari di jalan, atau diikuti oleh orang asing di jalan sebelum berusia 18 tahun.


Dilansir dari situs Stopharassment.org, dalam sebuah penelitian daring internasional yang dilakukan secara acak terhadap 811 perempuan oleh Stop Street Harassment, hampir 1 dari 4 perempuan mengalami pelecehan di jalan pada usia 12 tahun dan hampir 90% pada usia 19 tahun. Meski pelecehan di jalan sering terjadi pada remaja dan perempuan di usia 20-an. Namun tidak menutup kemungkinan pelecehan seksual tidak terjadi pada perempuan di atas usia itu, bahkan perempuan berusia 80 tahun juga mengalami pelecehan di jalan.


Tidak semua korban pelecehan di jalan berani untuk melawan pelaku pelecehan di jalan. Situs Ihollaback.org memberikan beberapa cara untuk menghadapi pelecehan di jalan. Bersikap tegas kepada pelaku pelecehan, tatap dan Anda dapat mengecam pelaku, ungkapkan jika perlakuan yang mereka lakukan itu tidak menyenangkan dan mengganggu.

  • PAGE
  • 1
  • 2

You Might Also LIke