Stay in The know

Intermezzo

Tidak Selalu Menuai Pujian, Teknologi ini Memicu Kontroversi

Tidak Selalu Menuai Pujian, Teknologi ini Memicu Kontroversi

Teknologi cerdas yang mendapat kritik.


Orientasi seksual pada tiap manusia bersifat pribadi dan tidak perlu menjadi sesuatu yang harus disebarluaskan. Orang lain hanya bisa menerka tanpa mengetahui kebenarannya kecuali ada konfirmasi dari orang yang bersangkutan. Namun, inovasi pengembangan teknologi untuk mendeteksi orientasi seksual telah diciptakan.


Michal Kosinski dan Yilun Wang dari Stanford University merupakan dua orang yang mengembangkan teknologi ini. Menerbitkannya pada Journal of Personality and Social Psychology, penemuan cerdas ini menggunakan basis algoritma komputer. Deteksi dilakukan dengan analisis jaringan saraf melalui penghitungan visual data yang berasal dari foto.


Deteksi visual ini dipilih karena wajah dianggap dapat memberi informasi lebih mengenai orientasi, dibanding hanya sebatas persepsi. Bahkan keduanya mengklaim temuan ini memiliki tingkat akurasi 81 persen pada pria gay dan 74 persen pada perempuan lesbian.


Tidak diketahui apa latar belakang dari terciptanya produk temuan ini. Padahal, teknologi yang dianggap pintar ini sangat berpotensi untuk memicu hadirnya kontroversi. Orientasi seksual merupakan hal yang sangat pribadi dan temuan ini tentu saja akan mengganggu privasi seseorang. Bukannya menimbulkan dampak positif, justru hal ini semakin memicu hadirnya hinaan dan hilangnya keleluasaan seseorang. Bagaimana menurut Anda?


(Nisa Rahtio, foto: Teksomolika/Freepik.com)

Author:

You Might Also LIke