Stay in The know

ads

Intermezzo

Tidak Eksis Di Sosial Media Ternyata Memberikan Keuntungan Seperti 7 Hal Ini

Tidak Eksis Di Sosial Media Ternyata Memberikan Keuntungan Seperti 7 Hal Ini


Pengunaan sosial media menjadi tolak ukur bagi seseorang. Anggapan sadar teknologi, memiliki jiwa sosial tinggi, dan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain bisa dinilai dari akun sosial media seseorang. 

Di sisi lain, penggunaan sosial media juga dianggap sebagai bentuk eksistensi dan narsisme seseorang. Sebagian orang bahkan bisa merasa kehilangan jati diri jika tak menggunakan sosial media dalam kesehariannya. 

Ada yang dalam hitungan menit melakukan check-in lokasi agar terlihat eksis. Tak jarang pula orang berlomba-lomba menambah jumlah followers—hingga menggunakan jalan pintas membeli followers. Yang paling mengganggu, menjadikan sosial media sebagai ajang sindiran dan protes di mana komentarnya meyinggung banyak orang. Jika sudah begini peran sosial media pun tak lagi berada di jalur positif. 

Tidak menonjol atau tidak aktif di dunia sosial media bukanlah hal dosa, karena itu tak ada salahnya membatasi diri atau mengurangi pengunaan sosial media. Lebih tepatnya lagi Glitz Media ajak Anda untuk lebih bijak menggunakan sosial media pertemanan seperti Path, Facebook, Twitter, dan Instagram.  

Dengan membatasi atau mengurangi pengunaan sosial media Anda bisa menikmati 7 keuntungan seperti ini...


Lebih Produktif

Jika meminimalisasi penggunaan sosmed saat bekerja, pekerjaan Anda akan selesai tepat waktu. Fokus Anda tak terbagi untuk melihat notifikasi sosial media yang terus berdatangan. 


Tetap Menjadi Diri Sendiri 

Pencitraan? Ya, istilah ini kerap terjadi di dunia sosial media. Semua orang seperti ingin terlihat baik di depan banyak orang. Ketika meminimalisasi penggunaan sosmed, Anda merasa lebih bebas menjalani hidup tanpa hidup Anda tetap menjadi milik sendiri, serta bebas berekspresi tanpa harus menunggu komentar dari sejuta orang yang yang akan mengkritik atau memuji pendapat Anda.


Makin Dekat Dengan Kerabat 

Buat Anda komunikasi verbal lebih baik dilakukan langsung (bertatap muka) atau melalui telepon daripada menyampaikannya melalui sosial media. Hal ini pun akan mengindari miss communication dan mempererat kedekatan emosional dengan orang di sekitar Anda.  


Privasi Hidup Lebih Terjaga

Masalah pribadi dan keluarga diumbar ke sosial media? Hmm, sebaiknya pikir ulang, deh. Sosial media bukanlah buku harian Anda. Mengekspos masalah pribadi hanya membuat reputasi Anda memburuk di depan orang lain. 


Berpotensi Jauh Jadi Tukang Gosip

Melihat cerita kehidupan orang lain—yang tak sesuai dengan cara pandang Anda—memang bisa mengundang pikiran negatif yang bisa dijadikan bahan gosip. Daripada memancing hal tersebut terjadi, lebih baik Anda menjaga diri untuk terlalu sering melihat timeline sosial media orang lain. 


Menjauhkan Sifat Iri 

Mengendalikan diri dengan cara membatasi penggunaan sosial media akan melatih Anda untuk lebih menghargai kehidupan orang lain. Anda pun akan dijauhkan dari tindakan membanding-bandingan hidup Anda dengan orang lain.  


Menghindari Permusuhan 

Awalnya hanya ingin memberikan saran pada status atau foto teman yang Anda anggap tidak etis. Sayangnya, saran tersebut tak bisa diterima oleh teman Anda yang berbuntut pada pertengkaran. Membatasi penggunaan sosial media bisa menghindarkan Anda dari yang namanya adu komentar, caci maki, dan permusuhan dengan orang lain. 


Ingat, penggunaan sosial media tak dilarang, hanya saja Anda harus bisa berkomunikasi dengan baik dan bijak melalui akun sosial media yang dimiliki.  

(Saskia Damanik/Elizabeth Puspa, Image: Pixabay, Corbis) 

You Might Also LIke