Stay in The know

ads

Intermezzo

Surat Suara Habis Hingga Masalah Lokasi, Inilah Cerita Nyoblos 2019 di Luar Negeri

Surat Suara Habis Hingga Masalah Lokasi, Inilah Cerita Nyoblos 2019 di Luar Negeri

PEMILU di luar negeri berlangsung sejak tanggal 8 hingga 14 April 2019 

Durasi baca: 1 menit.


Tidak terasa hari yang dinanti oleh seluruh masyarakat Indonesia baik yang di dalam maupun luar negeri, telah tiba. Tanggal 17 April 2019 sudah ditetapkan sebagai hari libur nasional karena di hari itu, seluruh masyarakat Indonesia akan menyoblos atau memilih siapa sosok yang akan memimpin negara ini dalam lima tahun ke depan.


Tanggal 17 April 2019 hanya berlaku untuk warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Indonesia. Sedangkan untuk WNI yang tinggal di luar negeri, mereka sudah mulai menyoblos sejak pekan lalu. Beberapa negara seperti Australia, Belanda, Amerika Serikat, India, Jepang, Hong Kong, Taiwan, Korea Selatan, dan lain sebagainya, dilaporkan sudah melaksanakan PEMILU.


Sayangnya, setiap WNI yang berada di luar negeri memiliki cerita tersendiri soal PEMILU 2019 ini. Di Prancis misalnya, pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia mengaku tahun ini jumlah WNI yang ingin menyoblos mengalami kenaikan. 


Karena itu waktu menyoblos yang dimulai pada pukul 08.00 waktu Prancis, akhirnya diperpanjang hingga pukul 18.40. Belum lagi WNI yang tinggal di Hong Kong dan Taiwan. Melansir dari laman media sosial, banyak WNI yang tinggal di sana mengaku kecewa dengan panitia penyelenggara PEMILU.

(BACA JUGA: Mengapa Nyoblos di PEMILU 2019 Penting? Ini Alasannya!)



(Foto: instagram.com/kbri_seoul)


Alasannya karena jumlah surat suara yang disediakan lebih sedikit dari jumlah pemilih yang ada di sana. Akibatnya, banyak WNI merasa kecewa dan sedih karena tidak bisa ikut PEMILU. Berbeda lagi dengan Sydney, Australia.


Di Sydney, ribuan WNI juga merasa kecewa karena mereka dengan sangat terpaksa tidak bisa ikut nyoblos. Alasannya adalah karena lokasi dan jam sewa lokasi tersebut, tidak bisa menampung antusiasme WNI yang ingin menyoblos. Sehingga, para WNI yang kecewa ini membuat petisi online yang isinya meminta adanya PEMILU ulang.


Cerita antusiasme WNI yang ingin ikut nyoblos 2019 ini memang menjadi kebanggaan tersendiri bagi sesama WNI. Karena antusiasme ini menandakan bahwa banyak WNI mulai sadar bahwa keterlibatan mereka dalam pesta politik ternyata turut memengaruhi keberlangsungan di negara asal mereka yakni Indonesia.


Semua surat suara yang telah dikumpulkan dari luar negeri ini, nantinya akan sama-sama dihitung saat PEMILU 2019 berlangsung di Indonesia. Jadi, bagi Anda yang sudah terdaftar sebagai pemilih tetap, jangan sia-siakan kesempatan ini untuk ikut menyoblos hari Rabu nanti.


Karena, satu suara yang Anda berikan dapat berpengaruh pada keberlangsungan negara kita selama lima tahun ke depan. Jangan lupa ramai-ramai dengan bangga tunjukkan jari Anda yang sudah diwarnai oleh tinta berwarna ungu di media sosial!


(Andiasti Ajani, foto: instagram.com/kbri_ottawa)

You Might Also LIke