Stay in The know

Intermezzo

100 Persen Menegangkan, Jadi Kesimpulan Film ‘Crawl’

100 Persen Menegangkan, Jadi Kesimpulan Film ‘Crawl’

Bagi Anda yang paranoid, hati-hati. Karena di sepanjang film Anda dijamin akan tutup mata dan telinga.

Durasi baca: 1 menit 30 detik.


Paramount Pictures

7,5/10


Akhir pekan Anda akan kembali dimeriahkan oleh satu film keluaran rumah produksi Paramount Pictures, berjudul Crawl. Film Crawl bercerita tentang seorang atlet renang perempuan bernana Halley. Suatu hari, Halley yang baru selesai latihan ditelepon oleh kakaknya.


Sang kakak meminta Halley untuk mengecek keberadaan ayahnya, karena wilayah tempat tinggal mereka mengalami badai dan banjir bandang. Halley yang memang sudah tidak tinggal bersama ayahnya, memutuskan untuk pulang ke rumah untuk memastikan ayahnya baik-baik saja.


Ternyata, proses yang dilalui Halley untuk menemukan ayahnya tidak mudah. Hingga akhirnya ia memiliki ide cemerlang, yakni pergi ke rumah lamanya yang diketahui sedang dalam proses jual beli.


Benar saja, sang ayah ternyata ada di sana. Tepatnya terbaring lemah dengan badan penuh luka di area basement rumah.

(BACA JUGA: Meski Tengah Menghadapi Kontroversi, Disney Tetap Rilis Teaser Trailer Film ‘Mulan’ Live Action)


Ternyata, rumah yang sudah lama tidak ditinggali itu kini sudah punya penghuni baru. Yakni dua ekor buaya yang masuk lewat saluran pembuangan, serta anak-anaknya yang masih berada di dalam telur.


Film ini kemudian akan bercerita tentang perjuangan Halley dan ayahnya dalam menyelamatkan diri dari serangan buaya, sekaligus badai dan banjir yang perlahan mulai menggenangi rumah mereka.


Film Crawl disutradarai oleh Alexandre Aja, yang memang hatam untuk urusan film-film horor dan thriller. Sebelum menggarap film Crawl, Aja telah lebih dulu menyutradarai kurang lebih 17 film. Mulai dari The Hills Have Eyes (2006), Piranha (2010), Maniac (2012), Horns (2013), dan masih banyak lagi.


Sedangkan film Crawl, dibintangi oleh Kaya Scodelario sebagai Halley dan Barry Pepper sebagai ayahnya. Saat menyaksikan trailer-nya, GLITZMEDIA.CO tahu bahwa film ini tidak akan masuk ke dalam kelas film kacangan. Keseriusan dalam penggambaran situasi melalui teknik kamera, benar-benar detail.


  • PAGE
  • 1
  • 2

Author:

You Might Also LIke