Stay in The know

ads

Intermezzo

‘Sepasang Sepatu Tua’ Kumpulan Cerpen Terbaru dari Sapardi Djoko Damono

‘Sepasang Sepatu Tua’ Kumpulan Cerpen Terbaru dari Sapardi Djoko Damono

'Sepasang Sepatu Tua' kurang lebih merupakan karya ke-47 dari Sapardi Djoko Damono

Durasi baca: 1 menit.


Penyair dan sastrawan Indonesia Sapardi Djoko Damono kembali melahirkan sebuah karya. Yakni kumpulan cerita pendek atau cerpen yang diberi nama ‘Sepasang Sepatu Tua’. Dalam acara peluncuran yang dilaksanakan di Ruang Apung Perpustakaan Universitas Indonesia, laki-laki yang akrab dipanggil eyang ini bercerita soal proses pembuatan buku tersebut.


“Buku itu adalah hasil kolaborasi antara pengarang atau penulis dengan penerbit dan editor. Saya selalu berkonsultasi dengan editor saya yaitu Mirna dari Kompas Gramedia. Buku ini awalnya akan diberi judul ‘Rumah-Rumah’. Tetapi ketika diberi judul ‘Sepasang Sepatu Tua’ kok ya banyak yang suka juga,” ujar Sapardi.


Penyair berusia 78 tahun ini mengungkapkan, bahwa sebetulnya buku ‘Sepasang Sepatu Tua’ ini tidak benar-benar baru. Setengah dari buku ini sudah pernah diterbitkan sebelumnya dan setengahnya lagi adalah hasil tulisan baru. 

(BACA JUGA: Kisah Perjalanan Hidup Nadya Hutagalung Melalui Buku ‘Walk With Me’)


Saat acara peluncuran, banyak penggemar atau pengagum Sapardi hadir dan bertanya beberapa pertanyaan. Salah satunya adalah, apakah Sapardi pernah mengalami writers block? Sapardi menjawab santai.


“Writers block atau saya biasa menyebut macet, adalah masalah yang memang selalu terjadi pada semua penulis atau pengarang. Termasuk juga saya. Itulah mengapa, saya membuat karya yang beragam. Mulai dari puisi, cerpen, novel, karena sangat membantu ketika saya menghadapi macet tadi. Kalau saya macet nulis novel, ya tinggal pindah saja ke yang lain.”


Hampir dua jam bersama-sama di dalam satu ruangan, GLITZMEDIA.CO tidak henti-hentinya kagum terhadap sosok Sapardi. Seorang mahasiswa bertanya padanya, “Eyang, di media sosial banyak sekali orang menggunakan karya-karya eyang untuk dijadikan karya baru. Salah satunya adalah lagu. Apa tanggapan eyang tentang karya-karya eyang yang dikomersilkan?”



(Foto: instagram.com/sapardi_djokodamono)


Masih dengan gaya santainya, Sapardi menjelaskan. “Ketika saya membuat karya dan Anda beli, maka karya saya secara otomatis menjadi milik Anda. Ada seorang pianis hebat bernama Ananda Sukarlan suatu hari menghubungi saya. Dia minta maaf, karena baru tahu ada penyair Indonesia hebat bernama Sapardi Djoko Damono,” tuturnya.


“Singkat cerita, ia kemudian meminta izin pada saya untuk merangkai karya-karya puisi saya menjadi sebuah lagu. Saya bilang silakan saja, kemudian jika Ananda menjual lagu tersebut saya tidak akan menuntut royalti atau apapun. Saya ikhlas, jika karya saya disukai dan bermanfaat untuk orang lain,” tambahnya.


Buku ‘Sepasang Sepatu Tua’ merupakan karya kurang lebih yang ke-47. Sapardi Djoko Damono aktif menjadi penulis sejak tahun 1953. Banyak orang yang sebelumnya tidak suka baca buku, menjadi jatuh cinta setelah bertemu dengan goresan karya Sapardi.


Sebut saja buku-buku seperti ‘Pengarang Telah Mati’, ‘Mata Jendela’, ‘Politik Ideologi dan Sastra Hibrida’, ‘Alih Wahana’, hingga yang paling terkenal dan sempat diangkat ke layar lebar adalah ‘Hujan Bulan Juni’.


(Andiasti Ajani, foto: andiasti ajani)

You Might Also LIke