Simak penjelasannya secara singkat dalam artikel berikut ini.


Minggu, 04 April 2021 umat Kristiani di seluruh dunia akan merayakan Hari Raya Paskah. Hari Raya Paskah merupakan hari yang dipercaya sebagai kebangkitan Yesus setelah disalib, mati, dan dikuburkan. Di dalam kitab Injil, dituliskan bahwa Yesus bangkit di hari ketiga setelah ia dikuburkan.


Ketika Hari Raya Paskah tiba, seluruh umat Kristiani di seluruh dunia akan menjalani serangkaian ibadah sebelum akhirnya tiba di Hari Raya Paskah. Mulai dari Rabu Abu, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci, hingga Minggu Paskah.


Di dalam rangkaian ini, beberapa umat Kristiani bahkan menjalani ibadah puasa, seperti yang dilakukan umat Muslim. Ketika Hari Raya Paskah tiba, anak-anak di seluruh dunia pasti akan merayakannya dengan menghias telur, hingga mengonsumsi cokelat.


Hari Raya Paskah juga erat dengan sosok Kelinci Paskah atau yang dalam bahasa Inggris biasa disebut Easter BunnyNamun sebetulnya, bagaimana sejarah Paskah itu sendiri? Lalu apa hubungannya Paskah dengan telur, cokelat, dan kelinci?

(BACA JUGA: Meriahkan Paskah, Sederet Brand Kecantikan Ini Rilis Paket Beauty Eggs)


Melansir dari berbagai laman media sejarah internasional, diketahui bahwa Paskah merupakan perayaan tertua di dalam gereja Kristen. Paskah, disebut sebagai penghubung antara Perjanjian Lama dengan Perjanjian Baru.


Bahkan, sekitar tahun 400 sampai 461, Paus Leo Agung mengatakan bahwa perayaan Paskah bahkan lebih penting daripada perayaan Natal. Menurut Paus Leo Agung, perayaan Natal merupakan pembuka atau persiapan sebelum puncak perayaan sesungguhnya yakni di Hari Raya Paskah.


Sumber lain mengatakan, bahwa Paskah juga sangat berkaitan dengan Perjamuan Kudus. Konon, sebelum Yesus disalib dan mati, ia menggelar Perjamuan Malam bersama murid-muridnya. Saat itu, Yesus menghidangkan dua jenis makanan saja. Yakni roti dan minuman anggur atau wine. 


Roti sendiri merupakan lambang atau simbol tubuh Yesus. Sedangkan anggur atau wine, dilambangkan sebagai darahnya. Kedua makanan ini sengaja dihidangkan sebagai bentuk bukti atau lambang bahwa Yesus adalah korban Paskah.