×

Stay in The know

Intermezzo

Saatnya Mengenal Cara Pembuatan Kopi Dengan Teknik Manual Brewing

Saatnya Mengenal Cara Pembuatan Kopi Dengan Teknik Manual Brewing
Saskia Damanik

Thu, 31 March 2016 at 14.53

Nikmati perbedaan rasa kopi yang sama dengan sembilan teknik berbeda.

“Coffee please!” sepertinya menjadi hal yang pertama kali terlintas saat memulai hari Anda. Namun, seiring dengan semakin berkembangnya third wave of coffee—di mana pemahaman kopi kelas premium semakin ditingkatkan—kopi tak lagi sekedar tuang-seduh-aduk. Pengetahuan akan penyajian kopi menjadi berkembang dan mulai dijajakan pada banyak kedai kopi di dunia—termasuk Indonesia.

Saat Anda melangkah untuk menyesap kopi di pagi hari dengan mengunjungi kedai kopi tertentu, Anda seringkali mulai dibingungkan dengan berbagai istilah penyajian kopi. Sebut saja french press, drip V60, ataupun aeropress. Biasanya karena bingung, Anda hanya akan memesan black coffee atau Americano. Padahal, ada banyak cara menarik untuk menikmati secangkir kopi hitam, Glitzy.

GLITZMEDIA.CO memahami sekali kebingungan Anda dengan banyaknya metode penyajian atau brewing. Karena itu, lewat artikel ini Anda akan mendapatkan pemahaman lebih tentang proses brewing kopi. Namun kali ini, tinggalkan sejenak istilah caffe latte, cappuccino, ataupun americano. GLITZMEDIA.CO akan mengupas manual brewing—metode pembuatan kopi tanpa mesin.


French Press

Teknik yang satu ini mungkin menjadi salah satu yang paling familiar di telinga Anda. Biasanya, French Press juga dikenal dengan sebutan coffee press. Cara membuatnya adalah dengan menggunakan gelas khusus. Biaanya Anda akan melihat bentuk gelas dimana ada alat penekan di bagian tutup gelas. 

Untuk menyeduhnya, Anda perlu mendiamkan sebentar kopi saat disajikan barista—pembuat kopi—selama kurang lebih 4 menit. Setelah itu, tekan bagian atas dengan perlahan hingga ampas kopi tertekan hingga dasar. Terakhir, segera tuangkan kopi ke dalam cangkir agar rasa fresh dari kopi tidak hilang.


Pour Over (Drip)

Anda akan menikmati kopi dengan rasa yang lebih lembut dengan menggunakan teknik ini. Biasanya, pour over dapat disebut dengan drip v60. Jika Anda ke kedai kopi dan memilih teknik ini, maka Anda akan melihat barista menyiapkan cangkir, gelas/keramik pour over (bentuknya mirip dengan corong), filter (seperti kertas yang nantinya akan dialaskan pada gelas/keramik pour over), dan kattle yang berleher panjang. 

Untuk menyajikannya, barista akan meletakkan gelas/keramik pour over di atas cangkir. Kemudian, menaruh kopi pada gelas/keramik pour over yang sudah dilapisi filter. Setelahnya, tuang air panas dari kattle dengan gerakan memutar. Gerakan memutar ini perlu dilakukan agar rasa kopi teraduk sempurna, Glitzy.




Aeropress

Ini salah satu teknik yang terbilang modern karena ditemukan pertama kali di tahun 2005. Seperti namanya, teknik ini menggunakan tekanan udara dalam pembuatan kopi. Dengan alat khusus—mirip dengan suntikan—barista akan menekan kopi yang sudah diberi air panas sehingga tersaring dan tersaji ke dalam cangkir. Untuk mendapatkan rasa yang pas, ada beberapa perbedaan cara yang dilakukan para barista. 

Ada yang mengatakan, sebelum memberi tekanan, kopi yang sudah dituang air panas perlu diaduk tiga kali. Namun, ada juga yang mengatakan perlu diaduk sepuluh kali. Pada intinya, rasa yang dihasilkan akan berbeda dengan detail cara yang berbeda, Glitzy.


Syphon

Jika memesan kopi dengan teknik ini, pastikan Anda memiliki cukup waktu untuk menunggu dan menikmati kopi. GLITZMEDIA.CO sarankan, nikmati kopi ini di waktu luang—jangan di saat terburu-buru. Pasalnya, kopi dengan teknik ini menggunakan metode memasak kopi pada tabung khusus. 

Ya, kopi di bagian atas, air di bagian bawah, dan rumah spiritus diletakkan di bawah alat syphon. Air harus dimasak, kemudian saat mendidih, air akan naik ke bagian atas—tempat Anda meletakkan kopi. Singkirkan rumah spiritus, aduk kopi, kemudian kopi akan meluncur pada tabung bawah. Terakhir, tuang ke dalam cangkir Anda.


Rok Presso

Sebenarnya, Rok adalah sebuah brand alat pembuat kopi. Dengan alat Rok Presso, Anda dapat menyajikan espresso dengan cara manual. Dengan alat seharga kurang lebih IDR 3 juta ini, Anda hanya perlu meletakkan kopi yang sudah dihaluskan bersama air di bagian atas alat presso. 

Berikan tekanan dengan menarik dan menekan tuas yang terletak di samping alat Rok Presso. Jangan lupa letakkan cangkir espresso di bagian bawah alat untuk menampung espresso. Dengan alat ini, Anda tak perlu lagi memiliki mesin kopi untuk membuat espresso.


Cold Brew

Bukan, cold brew bukanlah sekedar kopi hitam ditambah es atau kopi hitam yang didinginkan di lemari pendingin. It is more—and more—than an ice black coffee. Pembuatan cold brew ini membutuhkan waktu yang lama, Glitzy. Biasanya, cold brew ini dalam keadaan ready stock di berbagai kedai. Jadi bukan dibuat berdasarkan pemesanan. 

Karena untuk membuatnya, barista membutuhkan waktu kurang lebih 12 jam lamanya. Dengan alat khusus, kopi bubuk ditetesi air es sehingga air kopi akan masuk ke gelas penampung tetes demi tetes. Gunanya adalah untuk mengurangi tingkat keasaman kopi. Saat Anda meminumnya, Anda akan merasakan rasa buah atau kacang-kacangan tergantung dari asal biji kopi. Unik!




Vietnam Drip

Anda mungkin mengenal istilah ini dengan kopi tetes Vietnam. Untuk membuatnya memang membutuhkan waktu untuk menunggu kopi turun ke cangkir—tetes demi tetes. Bagi Anda yang ingin rasa manis, letakkan creamer kental di dalam cangkir. Jika tetesan tersebut sudah memenuhi cangkir Anda, saatnya kopi siap dinikmati. Teknik ini tak disarankan bagi Anda yang tidak bersabar, Glitzy.


Tubruk

Ini dia yang mungkin dari kecil sudah Anda kenal. Tuang kopi dalam cangkir, seduh dengan air panas, dan aduk. Tunggu beberapa saat hingga bubuk kopi mengendap ke bagian bawah. Sebagian orang ada pula yang mengambil bubuk kopi yang mengambang dengan menggunakan sendok kecil.


Sanger

Kopi sanger asli Indonesia. Anda akan banyak menemukan kopi sanger di Aceh. Jadi saat bertandang ke Aceh, jangan lupa untuk menyeruput nikmatnya kopi sanger, Glitzy. Kopi sanger adalah campuran antara kopi, sedikit gula dan sedikit susu kental manis atau creamer. Mudah? Tentu tidak. 

Pasalnya, kopi harus disaring terlebih dahulu sebelum dicampur bersama gula dan susu kental manis. Setelahnya, kocok kopi tersebut hingga berbuih. Kopi ini sangat nikmat karena aroma kopi tak hilang meski sudah dicampur dengan gula dan susu.

(Shilla Dipo, Images: Corbis)

You Might Also LIke