Film The King's Man resmi tayang di Indonesia mulai hari ini, 22 Desember 2021!


20th Century Studio

7,5/10


Menuju akhir tahun, sejumlah film Barat secara resmi sudah mendapat slot tayang di bioskop Indonesia. Salah satunya adalah The King’s Man. Film The King’s Man berkisah tentang seorang mantan tentara yang juga keluarga Kerajaan Inggris bernama Orlando Oxford, yang merupakan pencetus atau pendiri agensi rahasia Kingsman.


Berlatar di Inggris tahun 1900-an, Orlando yang hidup berdua dengan anaknya yakni Conrad Oxford, diam-diam membantu militer Inggris saat Perang Dunia I. Suatu hari, muncul kabar bahwa ada seseorang yang ingin mengadudomba beberapa negara dengan tujuan agar Inggris kalah dalam peperangan.


Beberapa negara yang dimaksud adalah Jerman, Rusia, dan Inggris itu sendiri. Orang tidak bertanggung jawab yang kemudian mendirikan organisasi rahasia ini, memiliki dendam tersendiri terhadap Inggris karena dianggap telah memporakporandakan kehidupan di negara asalnya yakni Skotlandia.


Sebagai agen rahasia, Orlando dan kedua rekannya yakni Shola dan Polly, berusaha mencari informasi sebanyak-banyaknya dari informan mereka yang berada di tiga negara tersebut. Alasannya tentu supaya Inggris tidak kalah dalam peperangan.


Intinya, film ini akan bercerita soal cikal bakal atau awal mula berdirinya agensi rahasia Kingsman. Termasuk, alasan mengapa agensi rahasia ini berpusat di butik pembuatan serta penjualan jas.

(BACA JUGA: Lakon ‘Mereka yang Menunggu di Banda Naira’ Jadi Tontonan Gratis Akhir Tahun dari Indonesia Kaya)


Film The King’s Man disutradarai oleh Matthew Vaughn yang sebelumnya terlibat sebagai produser di dua film Kingsman. Yakni Kingsman: The Secret Service (2014) dan Kingsman: The Golden Circle (2017).


Sedangkan untuk para pemainnya, ada aktor Ralph Finneas sebagai Orlando Oxford, Harris Dickinson sebagai Conrad Oxford, Djimon Honsou sebagai Shola, dan Gemma Arterton sebagai Polly. Selain itu, film ini juga dibintangi oleh Matthew Goode, Rhys Ifans, Charles Dance, dan beberapa aktor kenamaan lainnya.


Film The King’s Man sendiri berdurasi kurang lebih dua jam. Selama dua jam menonton, menurut GLITZMEDIA cerita yang disuguhkan di film ini sangat intense. Saking intense-nya, kamu tidak boleh lengah meski hanya sedetik. Karena sekali saja kamu skip, maka kamu akan kesulitan dalam mencerna cerita film ini.


Jadi, sebelum masuk ke studio pastikan kamu pergi ke toilet dulu untuk buang air kecil. Supaya saat menonton film kamu tidak ada lagi keinginan untuk ke kamar mandi. Selain itu, pastikan jangan telat saat menonton. Usahakan hadir 1 jam lebih awal sebelum film dimulai.


Karena kalau kamu terlambat, rasanya akan percuma. Lebih baik kamu re-schedule ke jadwal nonton yang berikutnya. Karena segitu intense-nya, GLITZMEDIA menyarankan lebih baik kamu menonton dulu film pertama dan keduanya, supaya ada gambaran lebih jelas soal bagaimana film ini berjalan.



<--- next page --->

Film The King’s Man memang sedikit berbeda dengan kedua film terdahulunya. Mengingat film ini berlatar di tahun 1900-an dan zaman perang, maka jangan kaget jika nantinya akan ada banyak suguhan adegan perang di film ini.


Termasuk adegan tembak jarak dekat, pertumpahan darah, dan lain sebagainya. Meskipun ceritanya sangat intense, tetapi jika dibandingkan dengan dua film sebelumnya, GLITZMEDIA tidak memberikan rating tinggi untuk film ini. Film Kingsman: The Secret Service masih jadi yang terbaik!


Ada beberapa faktor yang membuat GLITZMEDIA tidak berani memberikan rating tinggi terhadap film ini. Pertama soal fokus cerita. Plotnya agak abu-abu, mungkin karena ceritanya diceritakan terlalu cepat. Jadi otak Editor GLITZMEDIA juga harus bergerak cepat untuk mencerna semuanya.


Hingga akhirnya muncul pertanyaan, sebetulnya cerita apa yang ingin ditawarkan oleh sutradara Matthew Vaughn kepada para penonton? Apakah tentang kemenangan Inggris saat perang, atau hubungan Orlando dan Conrad Oxford yang cukup sentimental?


Belum lagi tiba-tiba muncul adegan romansa dan seks yang hmm.... terlihat seperti dipaksakan alias tidak penting. Kedua, soal pemain. Entah mengapa pemilihan pemain dalam film ini, terutama untuk para pemeran utama, agak kurang jika dibandingkan dengan para pemeran pendukung.


Kualitas peran yang ditunjukkan oleh para pemeran utama tidak dazzling. Justru para pemeran kedua yang begitu mencuri perhatian. Entah karena terpengaruh oleh tokoh yang diperankan, tetapi harusnya para pemangku tokoh utama memiliki bekal lebih yang bisa dibagikan pada penonton.


Tapi yang terjadi, Editor GLITZMEDIA malah lebih tercuri dengan peran yang diperankan oleh aktor Matthew Goode dan Rhys Ifans. The power of second lead is real!


Meski begitu, GLITZMEDIA tetap mau mengajak kamu ke bioskop untuk menyaksikan film tersebut. Mengapa? Karena terlepas dari ulasan di atas, film ini tetap menyenangkan untuk ditonton. Kamu akan menyaksikan banyak adegan menarik bahkan lucu yang mampu memicu gelak tawa.


Pun ada adegan berkelahi yang koreografinya cantik sekali. Belum lagi ada sosok manis yakni Harris Dickinson yang uuuuwh.... generasi Millennials dan Z pasti suka! Film The King’s Man resmi tayang di bioskop Indonesia mulai hari ini. Sebelum pergi ke bioskop, yuk tonton dulu cuplikannya lewat trailer di bawah ini.



(Andiasti Ajani, foto: imdb.com)