ads



Stay in The know

Intermezzo

Film ‘Mia and the White Lion’ Berhasil Acak-Acak Emosi Penonton

Film ‘Mia and the White Lion’ Berhasil Acak-Acak Emosi Penonton
Film Mia and the White Lion menyelipkan banyak pesan, terutama soal pentingnya menjaga dan menyayangi makhluk hidup
Durasi baca: 1 menit 30 detik.

StudioCanal
7/10

Selasa, 19 Februari 2019 GLITZMEDIA.CO berkesempatan untuk menyaksikan pemutaran khusus film Mia and the White Lion di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat. Film Mia and the White Lion bercerita tentang seorang anak bernama Mia, yang merasa hidupnya tidak lagi menyenangkan semenjak keluarganya pindah dari London ke Afrika.

Suatu hari, sang Ayah membawa seekor bayi singa putih yang kemudian diberi nama Charlie. Kehadiran bayi singa putih ini mengingatkan keluarga Mia tentang sebuah dongeng legenda Afrika yang sering diceritakan oleh sang Ibu. Mia yang awalnya menolak dan tidak menyukai kehadiran singa putih tersebut, lama-lama justru jatuh cinta dan menjalin persahabatan.

Film ini kemudian akan bercerita soal kisah persahabatan Mia dan Charlie, yang ditentang oleh sang Ayah. Belum lagi soal konflik pelik, ketika Mia menemukan jawaban bahwa Ayahnya ternyata terlibat dalam bisnis perjualan singa untuk perburuan.
(BACA JUGA: ‘Mia and the White Lion’, Kisah Persahabatan Mia dan Seekor Singa Putih)



Film Mia and the White Lion berdurasi sekitar 1 jam 30 menit. GLITZMEDIA.CO menilai, film ini memiliki alur cerita yang terbilang cepat. Mulai dari tumbuh kembang Mia, tumbuh kembang Charlie, dan lain sebagainya. Namun di sisi lain, alur cerita yang cepat ini juga menjadi cara jitu untuk mempersingkat durasi film.

Karena secara sadar GLITZMEDIA.CO melihat, kalau film ini digambarkan secara detail akan membuat durasi film ini menjadi panjang. Durasi film yang panjang akan membuat penonton merasa jenuh. Tidak hanya itu, cerita yang ingin diangkat oleh Gilles de Maistre sebagai sutradara juga sudah terlihat sejak awal.

Maistre ingin berkampanye bahwa saat ini jumlah singa di alam liar telah turun secara drastis dalam 20 tahun terakhir. Meskipun telah turun secara drastis, namun jumlah singa di alam bebas termasuk di area konservasi masih terbilang banyak.

Tetapi jika kita membiarkan perburuan liar terhadap singa terus terjadi, maka cepat atau lambat singa akan menjadi salah satu hewan yang keberadaannya terancam punah.



Sehingga, Maistre dan tim berusaha untuk fokus pada adegan-adegan yang dapat menyentuh sisi emosi para penonton. Mulai dari gemas, lucu, khawatir, marah, hingga rasa haru, dan sedih. Tidak sedikit dari penonton yang ikut menitihkan air mata ketika melihat salah satu adegan klimaks di film tersebut.

Ketika banyak dari penonton yang menangis, tandanya Maistre berhasil menyadarkan masyarakat bahwa menjaga populasi singa di alam bebas adalah hal yang sangat penting. Kualitas para aktor dan aktris yang ada di film ini juga dikemas dengan sangat apik. Sehingga menjadi sangat layak untuk disaksikan bersama keluarga. Termasuk anak-anak Anda.

Film Mia and the White Lion akan tayang serentak di seluruh bioskop di Indonesia pada tanggal 27 Februari 2019 mendatang. Pastikan Anda menyaksikan film ini bersama anak atau keponakan, karena film ini memiliki pesan yang sangat baik untuk mereka. Terutama soal pentingnya menjaga, melindungi, dan menyayangi makhluk hidup lain agar tercipta keseimbangan duniawi.



(Andiasti Ajani, foto: dokumentasi film mia and the white lion)

You Might Also LIke