Apalagi cerita dan prediksi baru di dunia digital yang terus berkembang? 

Durasi baca: 55 detik


Teknologi yang semakin berkembang membuat semakin banyak orang menyadari akan kebutuhan gadget terutama ponsel. Bahkan, tak sedikit orang yang terpaksa atau tak keberatan untuk menghabiskan waktunya menatap layar ponsel. 


Bukan hanya untuk chatting dengan teman sejawat atau keluarga, menonton live streaming, hingga bermain games online, namun juga menjelajahi media sosial. Berbicara tentang media sosial, hal ini tentu menjadi peluang baru menguntungkan bagi berbagai kalangan yang tertarik dan mau terjun meraup pasar baru. 

(BACA JUGA: Benarkah Media Sosial Membuat Kita Tdak Bahagia?)



Tak heran rasanya jika banyak lowongan kerja yang membutuhkan Social Media Specialist sebagai bagian dari Digital Marketing. Tak hanya itu, di tengah situasi PSBB yang sedang kita lalui sekarang ini, banyak pula gerai di pusat perbelanjaan yang tutup dan berfokus pada bisnis online. 


Jika Anda termasuk pengguna setia media sosial, Anda pun dapat merasakan gempuran berbagai brand yang melakukan Digital Marketing lengkap dengan kolaborasinya bersama seorang Influencer. 


SIAPAKAH INFLUENCER ITU?

Profesi yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya itu tak lain adalah sosok yang dibilang berpengaruh di media sosial. Hal itu karena seorang Influencer memiliki ribuan, ratusan ribu, hingga jutaan followers dalam akun media sosial dan diklaim bisa memengaruhi pengikutnya itu. 


Wadah media inilah yang kini disasar oleh berbagai brand untuk menjalankan berbagai Digital Marketing Campaign. Kebutuhan berbagai brand untuk terkoneksi dengan konsumen akhir dan mengenalkan produk barunya sehingga (diharapkan) terjadi proses pembelian memerlukan seorang Influencer. 


Sedangkan bagi seorang Influencer sendiri, kebutuhan berbagai brand tersebut menjadi “kolam menyegarkan” untuk meningkatkan awareness, menambah followers, hingga profesi yang mendatangkan keuntungan baginya. 


Menjadi seorang Influencer pun tidak mudah. Seorang Influencer harus memiliki karakter yang kuat, citra yang baik, mudah beradaptasi dengan perubahan, konten sosial menarik, dan terutama memiliki engagement tinggi dengan followers-nya. 


Berkaca dari kedua kebutuhan tersebut dan semakin bergesernya gaya hidup ke dunia digital,  tampaknya hubungan brand dan Influencer masih sangat menjanjikan hingga beberapa tahun ke depan. 


INFLUENCER MASA KINI

Di mancanegara Anda mengenal Chiara Ferragni, Aimee Song, Bryanboy, hingga Sadio Mane yang pada tahun 2018 lalu sempat dipilih Kemeterian Pariwisata Indonesia untuk membantu mengenalkan Indonesia ke dunia internasional. 


Sedangkan di Indonesia, Anda tentu mengetahui Andra Alodita, Ayla Dimitri, Olivia Lazuardi, hingga keluarga Halilintar yang memiliki jutaan pengikut. 

(BACA JUGA: Ciri-Ciri Orang Cari Perhatian di Media Sosial)



Kini media sosial diwarnai oleh Influencer baru yaitu Influencer Virtual. Sesuai namanya, Influencer Virtual adalah sosok yang dibuat menggunakan teknologi khusus Machine Learning, Deepfakes Technology,  Artificial Intelligence, dan teknologi lainnya sehingga terlihat seperti manusia nyata. 


Penggunaan sosok Influencer Virtual ini pun kian dibicarakan terutama di media sosial Instagram. Bahkan, mereka pun memiliki followers yang tidak sedikit. Contohnya Influencer Virtual animasi @noonoouri yang memiliki 356K pengikut, @lilmiquela sebagai Influencer Virtual keturunan Spanyol Brazil dengan followers 2,1M, atau @shudu.gram yang memiliki 199K pengikut.


Shudu bahkan berkolaborasi dengan berbagai brand ternama seperti Balmain, Ellesse, hingga sempat mewarnai pemotretan fashion media sekelas GQ Inggris hingga Harper’s Bazaar Arabia menggunakan busana lansiran rumah mode ternama seperti Dior, Givenchy, hingga Iris Van Herpen. 


Indonesia sendiri memiliki Influencer Virtual bernama Cahaya Gram. Wajahnya sangat Indonesia, dan kini perempuan yang sering disebut sebagai Aya ini memiliki followers sebanyak 4.406 dan terus meningkat. 


Aya pun banyak memperkenalkan kesukaannya di media sosial. Mulai dari suka puisi, gemar berfoto menggunakan #OOTD sambil beraktivitas, dan menyukai sate ayam. Benar-benar menunjukkan kebiasaanya sebagai manusia biasa. 


Meski beberapa desain Aya masih terasa kasar, namun fenomena ini tentu seolah memberi isyarat Digital Marketing di masa depan secara spesifik di media sosial. Bisa jadi berbagai brand akan mengikuti jejak rumah mode Balmain yang menggunakan Influencer Virtual sebagai sosok baru. 


Entah sengaja membuat model 3D yang realistis namun harus melalui desain rumit sehingga cukup mahal, atau menggunakan Influencer Virtual yang sudah memiliki banyak followers seperti Shudu atau Aya dibanding menggunakan jasa Influencer manusia. Well, apapun bisa terjadi di dunia digital. Bagaimana menurut Anda? 


(Anggia Hapsari, foto: Instagram.com/ Shudu,gram/ Cahaya.gram/ Lilimiquela, unsplash.com/ Dole777)