Temukan jawabannya dalam 75 detik.


PT Mobil Anak Bangsa (MAB) baru-baru ini memperlihatkan prototipe kedua seri MD255-XE2—sebuah bus yang telah 100% menggunakan listrik sebagai tenaga pengoperasiannya. Perhatian pemerintah pada pengembangan dan penggunaan kendaraan listrik memang sudah terjadi sejak tahun 2012 lalu. Tepatnya pada tanggal 1 April 2012, pemerintah kucurkan IDR 100 miliar untuk riset mobil listrik. Bulan Agustus 2013, pemerintah kian memberi dukungan dengan menyatakan bahwa kendaraan listrik bebas pajak. Sebenarnya, seberapa krusial penggunaan kendaraan bertenaga listrik bagi Indonesia?


MENURUNKAN TINGKAT POLUSI UDARA

Memang, tingkat polusi udara di Indonesia belum terlalu parah jika dilihat dari skala nasional. Namun apabila melihat kota dengan polusi terparah, maka Anda akan menemukan Jakarta dan Bandung sebagai dua dari 10 kota berpolusi terparah di Asia Tenggara. Salah satu penyebab yang paling tinggi dari polusi udara tersebut adalah asap kendaraan bermotor. Dengan teknologi BEV (battery electric vehicle), kendaraan mampu memiliki torsi 100% pada putaran nol tanpa emisi negatif layaknya kendaraan dengan bahan bakar minyak.



(Foto: Elektroauto / Commons.wikimedia.org)


MENEKAN BIAYA

Salah satu alasan mengapa pemerintah fokus pada pembangunan infrastruktur adalah untuk menekan biaya transportasi sehingga dapat meratakan harga barang di seluruh penjuru negeri. Meski begitu, biaya transportasi sebenarnya masih bisa ditekan apabila kendaraan penyalur barang menggunakan tenaga listrik sebagai penggerak. Hal ini terbukti dengan betapa iritnya bus listrik MD255-XE2 yang hanya membutuhkan biaya sebesar IDR 800 per kilometer. Tidak hanya itu, biaya perawatannya juga sangat rendah mengingat kendaraan bertenaga listrik tidak lagi menggunakan oli.