ads



Stay in The know

Intermezzo

RUU Permusikan Hingga Larangan Putar, Ada Apa dengan Indonesia?

RUU Permusikan Hingga Larangan Putar, Ada Apa dengan Indonesia?

Menuju Hari Musik Nasional, dunia musik Indonesia justru menghadapi beberapa gangguan

Durasi baca: 2 menit.


Jumat, 8 Maret 2019 mendatang kita akan merayakan Hari Musik Nasional. Dalam langkah menyambut hari jadinya, dunia musik justru sedang mengalami beberapa pergolakan yang membuat banyak musisi berteriak. Pada tanggal 14 Februari lalu, sejumlah musisi berkumpul di markas besar grup Slank, dalam rangka menghadiri acara Konferensi Meja Potlot.


Acara yang digelar secara tertutup ini dihadiri oleh banyak musisi yang sebelumnya berada dia kubu yang berbeda. Dalam konferensi tersebut, Slank sebagai inisiator bersama dengan musisi-musisi lainnya duduk bersama dan berbincang soal perjalanan Rancangan Undang-Undang (disingkat RUU) Permusikan.


Melalui rilis yang diterima oleh GLITZMEDIA.CO, lewat perbincangan santai tersebut akhirnya kedua kubu berhasil satu suara. Diwakili oleh Bimbim selaku drummer sekaligus penggagas pertemuan tersebut, hasil dari Konferensi Meja Potlot adalah menolak RUU Permusikan.

(BACA JUGA: Lagu Indonesia Penuh Cerita Versi GLITZMEDIA.CO)


“Setelah mempelajari dengan saksama RUU Permusikan, Slank sepakat dengan rekomendasi membatalkan RUU tersebut. Slank juga mendukung penuh diadakannya Musyawarah Musik Nasional untuk menyerap aspirasi para stakeholder musik dari berbagai daerah di Indonesia,” ujar Bimbim.


Musisi Anang Hermansyah yang juga Anggota DPR RI Fraksi PAN Komisi X (sepuluh), mengatakan bahwa ia yang sebelumnya merupakan salah satu penggagas RUU Permusikan akhirnya setuju untuk membatalkannya.


“Saya menangkap aspirasi dari teman-teman musisi, terkait dengan RUU Permusikan ini untuk tidak dilanjutkan lagi proses pembahasannya. Sebagai wakil rakyat, aspirasi ini tentu akan saya bawa ke parlemen,” tuturnya.



  • PAGE
  • 1
  • 2

You Might Also LIke