×

Stay in The know

Intermezzo

We The Youth, Ajak Anak Muda untuk Nyoblos di PEMILU 2019

We The Youth, Ajak Anak Muda untuk Nyoblos di PEMILU 2019
Asti Ajani

Wed, 30 January 2019 at 19.27

Berdasarkan data KPU, sekitar 40 persen pemilih yang terdaftar untuk PEMILU 2019 adalah anak-anak muda

Durasi baca: 1 menit.


Minggu lalu, GLITZMEDIA.CO berkesempatan untuk hadir di acara Press Conference 100%IN (Seratus Persen Indonesia Nyoblos), yang digelar oleh organisasi pemuda bernama We The Youth. Dalam acara tersebut turut hadir beberapa narasumber, mulai dari Reyhan Noor selaku Strategic Director We The Youth, Dr. Ferry Kurnia Ruzkiyansyah sebagai Peneliti Senior NETGRIT, Cania Citta Irlanie sebagai Political Vlogger, dan penyanyi Citra Scholastika sebagai perwakilan anak muda kreatif yang peduli terhadap negara.


Para narasumber menggalakkan himbauan untuk seluruh anak muda jangan sampai golongan putih atau golput, alias tidak memilih saat PEMILU 2019 mendatang. “Menurut data Komisi Pemilihan Umum (KPU), 40 persen pemilih yang terdaftar adalah anak-anak muda. Sehingga kami merasa penting untuk menghimbau semua teman-teman untuk tidak golput,” ujar Reyhan.

(BACA JUGA: Taylor Swift Ajak Penggemar untuk Memilih di PEMILU Paruh Waktu)


Cania selaku Political Vlogger menambahkan, sebetulnya ia mengerti mengapa banyak anak muda mulai merasa antipati dengan dunia politik di Indonesia. Karena, terlalu banyak drama dan mereka merasa calon-calon yang ada mungkin terlihat tidak kompeten.


“Saya ada di sini hanya bisa menjadi perwakilan dari anak-anak muda yang juga kaum urban. Mudahnya adalah yang terjangkau internet. Saya merasa momen debat Capres dan Cawapres kemarin sebetulnya bisa jadi momen yang kemudian memicu anak-anak muda untuk milih.”



(Foto: Instagram.com/wetheyouth.id)


Sayangnya, Cania menilai debat kemarin benar-benar tidak ada manfaatnya sama sekali. Kedua calon hanya saling menunjukkan kekuatannya, bukan visi dan misi apa yang akan mereka bawa atau buat untuk negara ini dalam lima tahun ke depan. “Kalau saja kemarin kedua calon bisa memberikan hasil debat yang valid, paling tidak ada yang bisa dibagikan di internet. Sehingga banyak orang bisa lihat, dari dua calon ini kira-kira mana yang pantas untuk mereka pilih.”


“Orang jadi malas memilih karena partainya atau calonnya tidak konsisten. Penting juga untuk mereka yang ingin maju ke politik mempertahankan konsistensi. Dari awal mencalonkan diri, menang, dilantik, menjabat, sampai selesai,” tambah Cania. 


Ferry Kurnia yang merupakan peneliti dari Network for Democracy and Electoral Integrity (NETGRIT), mengatakan bahwa keberhasilan sebuah negara itu bukan dari sisi ekonominya. Tetapi dari lembaganya, pemerintahnya. “Keberhasilan sebuah negara itu dari lembaga pemerintahannya, dan itu semua berawal dari PEMILU. Sehingga penting untuk setiap warga negara yang terdaftar sebagai pemilih melaksanakan haknya dengan baik,”


Ferry menuturkan, mengutip data KPU saat ini jumlah pemilih yang terdaftar secara resmi sekitar 60 juta orang. “Kebayang kalau semuanya ini memilih, ‘kan haru sekali. Maka dari itu saya berharap sekali anak-anak muda Indonesia yang terdaftar sebagai pemilih bisa memberikan hak suaranya pada PEMILU nanti. Jangan golput!” ujar Ferry. 



(Foto: Instagram.com/wetheyouth.id)


(Andiasti Ajani, foto: andiasti ajani)

You Might Also LIke