Stay in The know

Intermezzo

4 Negara yang Melarang Perayaan Natal. Apa Alasannya?

4 Negara yang Melarang Perayaan Natal. Apa Alasannya?

Mayoritas negara yang melarang perayaan Natal adalah negara Islam

Durasi baca: 1 menit.


Natal yang berarti kelahiran dalam bahasa Portugis, adalah hari di mana seluruh umat Kristiani dari seluruh dunia merayakan hari kelahiran Yesus Kristus. Semua umat Kristiani akan pergi ke gereja untuk melaksanakan kebaktian di malam tanggal 24 Desember dan kembali kebaktian di pagi hari tanggal 25 Desember.

(BACA JUGA: 5 Rekomendasi Film Natal yang Wajib Ditonton)


Hampir di semua negara saat hari Natal segera tiba, pernak-pernak seperti hiasan dan lampu hingga pohon Natal sudah pasti akan menghiasi berbagai sudut ruangan. Mulai dari mal, rumah, kantor, supermarket, dan lain sebagainya.


Terlepas dari toleransi beragama yang terjadi di setiap negara, ternyata masih ada beberapa negara yang melarang perayaan Natal. Kira-kira negara apa saja? Ini dia!




BRUNEI DARUSSALAM

Negara pertama yang melarang perayaan Natal adalah Brunei Darussalam. Pada tahun 2014, Kementerian Agama Brunei Darussalam menetapkan peraturan soal pelarangan perayaan Natal. Peraturan tersebut menyebutkan, bahwa tempat usaha, restoran, dan rumah makan yang dimiliki oleh warga muslim dan non muslim tidak boleh dihiasi oleh dekorasi Natal maupun berpakaian seperti Santa Claus.


Meski begitu warga tetap boleh merayakan Natal, hanya saja tidak di tempat umum. Mereka boleh menghiasi rumah dan tempat ibadah mereka dengan pernak-pernik Natal. Bila ada warga muslim yang ingin merayakan Natal juga tidak dilarang. Hanya saja, harus dilakukan secara pribadi.

  • PAGE
  • 1
  • 2

You Might Also LIke