Konon, suku ini sudah ada di dunia sejak 22 ribu tahun silam.


Pernahkah kamu mendengar tentang suku Mentawai yang tinggal di kawasan Kepulauan Mentawai, kurang lebih 100 mil dari Provisin Sumatera Barat. Suku Mentawai merupakan suku pedalaman asli Indonesia yang sampai saat ini masih hidup secara nomaden alias berpindah-pindah. Meskipun umumnya masih di wilayah hutan atau pinggir pantai.


Tahukah kamu, kalau suku Mentawai konon merupakan salah satu suku pedalaman tertua di dunia yang masih ada sampai sekarang. Konon, menurut peneliti baik lokal maupun internasional, suku ini sudah ada dan tinggal di Kepulauan Mentawai sejak tahun 500 sebelum masehi.


Mengetahui bahwa salah satu suku tertua di dunia ada di Indonesia, GLITZMEDIA jadi penasaran dan mencari tahu tentang suku yang paling tua alias lebih tua dari suku Mentawai ada di mana? Jawabannya ada di Afrika Selatan.


Suku tersebut bernama Nama atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Nama People. Melansir dari npr.org, seorang peneliti mengungkapkan bahwa suku Nama diyakini merupakan keturunan asli terakhir dari suku Khoikhoi yang berkerabat dengan suku San.


Kedua suku ini dikenal juga dengan nama suku Khoisan. Meski begitu, suku Khoikhoi dan San adalah dua suku yang berbeda. Suku Nama sendiri selalu memperkenalkan diri mereka sebagai keturunan suku Khoikhoi. Supaya membedakan diri mereka dari suku Khoisan lainnya.

(BACA JUGA: Unik, Begini Cara Menebak Jenis Kelamin Bayi pada Zaman Mesir Kuno)




Suku Khoisan diyakini oleh para peneliti sebagai suku pertama dan yang tertua di dunia, jika dilihat melalui analisa DNA dari fosil yang pernah ditemukan. Menurut para peneliti, DNA suku Nama memiliki kesamaan dengan suku Khoisan, terutama Khoikhoi.


Khoikhoi yang kemudian berevolusi menjadi suku Nama diperkirakan sudah ada di dunia sejak 22 ribu tahun yang lalu. Bahkan, suku ini pernah menjadi perkumpulan manusia paling besar sekaligus suku pemburu dan pengumpul terkuat di Bumi.


Suku Nama sendiri kini hidup tersebar di beberapa wilayah. Utamanya adalah di kawasan Namibia dan Botswana. Namun, karena perkembangan zaman jumlah anggota suku Nama kian berkurang. Pada Agustus 2021 lalu penduduk suku Nama diperkirakan hanya berjumlah 130 ribu jiwa saja.


Nama diyakini berusia antara 100.000 hingga 140.000 tahun. Mereka mendiami Namibia dan Botswana. Berbeda dengan suku kerabatnya yakni San Bushmen yang tersebar lebih luas. Selain Namibia dan Botswana, suku ini juga ada di wilayah Angola, Zambia, Zimbabwe, dan Lesotho.


Populasi dari suku Nama kini juga relatif kecil. Dilaporkan saat ini jumlahnya kurang lebih hanya 130 ribu saja. Meskipun jumlah ini lebih banyak dari suku San. Masih melansir dari npr.org, suku San saat ini hanya berjumlah 90 ribu jiwa.


(Andiasti Ajani, foto: ncb.ca)