×

Stay in The know

Intermezzo

Mengenal Santo Nicholas, Uskup di Balik Sosok Santa Claus

Mengenal Santo Nicholas, Uskup di Balik Sosok Santa Claus
Andiasti Ajani

Wed, 25 December 2019 at 16.05

Ternyata tradisi bagi-bagi hadiah saat Natal a la Santa Claus, berasal dari kisah nyata lho!

Durasi baca: 55 detik.


Hari Natal selalu identik dengan kemeriahan, sukacita, gegap-gempita, dan lain sebagainya. Salah satu unsur Hari Natal yang tidak boleh dilewatkan adalah kado. Anak-anak, bahkan rela menggantung kaus kaki mereka di dekat kasur atau perapian, hingga meletakkan sepatu kesayangannya di jendela, agar Santa Claus dapat memasukkan hadiah yang mereka inginkan ke dalam kaus kaki atau sepatu tersebut.


Bicara soal Santa Claus, sosok laki-laki tua berjanggut putih serta perut tambun ini, memang menjadi icon yang selalu muncul dan dibicarakan saat Natal tiba. Di beberapa pusat perbelanjaan hampir di seluruh dunia, sosok ini pasti akan muncul dan membagi-bagikan hadiah, serta foto bersama dengan banyak anak-anak.


Namun sebetulnya, siapakah sosok Santa Claus? Apakah ia hanya figur mitos, atau benar ada orangnya? Jawabannya adalah di antara keduanya. Kisah Santa Claus pertama kali muncul kira-kira di abad keempat. Dikisahkan ada seorang uskup bernama Santo Nicholas, yang disebut-sebut memiliki hati sangat mulia.

(BACA JUGA: India Hingga Jepang, Inilah Tradisi Unik Perayaan Natal di Beberapa Negara)




Ia konon sering membagi-bagikan hadiah pada anak-anak secara diam-diam, ketika bulan Desember tiba. Santo Nicholas sering membagi-bagikan hadiah pada anak-anak di malam hari. Kisah legendaris ini kemudian diadaptasi oleh masyarakat Belanda, dan mengganti nama Santo Nicholas menjadi Sinter Klass.


Kisah Sinter Klass ternyata menyebar ke negara-negara lain termasuk Amerika Serikat. Lalu, oleh masyarakat Amerika Serikat, nama Sinter Klass mereka ubah menjadi Santa Claus. Cerita legenda soal Santo Nicholas dan Sinter Klass, berkembang ketika dibungkus oleh nama Santa Claus.


Santa Claus diceritakan sebagai sosok murah hati dan penuh senyum bertubuh tambun, berjenggot putih panjang, berjubah merah, bertopi merah, dan selalu membagi-bagikan hadiah pada anak-anak di malam hari. Ia akan menaiki kereta kencana yang ditarik oleh sembilan ekor rusa, dari kediamannya di Kutub Utara.


Namun, Santa Claus hanya akan membagikan hadiah kepada mereka yang bersikap baik selama satu tahun. Itulah mengapa, anak-anak yang percaya akan sosok Santa Claus pasti berusaha menjaga sikap mereka agar bisa mendapat hadiah di Hari Natal.


(Andiasti Ajani, foto: unsplash.com/tim mossholder, id.wikipedia.org)

You Might Also LIke